Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KABAR DAERAH

Sakral , Ritual Jamasan Tombak Pusaka Kanjeng Kiai Upas di Tulungagung

668
×

Sakral , Ritual Jamasan Tombak Pusaka Kanjeng Kiai Upas di Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNG , AJTTV.COM – Ritual jamasan tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas merupakan Tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Suro dalam sistem penanggalan Jawa.

Pusaka ini adalah peninggalan Adipati Ngrowo yang diyakini memiliki kekuatan dan pengaruh dalam perjuangan dalam mengusir penjajah.

Example 300x600

Pada sejarah tradisi Jamasan Kyai Upas, Tombak yang digunakan adalah Tombak Pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu Raja Mataram yang dahulu menolak untuk tunduk saat melawan penjajah. Kemudian Tombak tersebut disimpan oleh Bupati Tulungagung terdahulu hingga turun-temurun.

Bertempat di pendopo Kepatihan, Tulungagung, Jumat (28/7/2023) Tradisi Jamasan itu kembali digelar.

Kegiatan tampak begitu sakral saat Tari Reog Kendang mengiringi dayang-dayang yang membawa air suci dari sembilan mata air.

Air suci itu kemudian diserahkan kepada Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dan disiapkan untuk menjamas pusaka tombak Kiai Upas oleh tokoh adat setempat.

Dalam tradisi ini, pusaka yang sebelumnya disimpan di dalam kanjengan, dibawa keluar oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk dibawa ke tempat jamasan.

Baca Juga : Latihan Gabungan Terjunkan 7.500 Anggota TNI

Pencucian pusaka dipimpin oleh tokoh adat setempat. Tombak tersebut dibuka dan dilakukan prosesi jamasan. Pada tahap ini mata tombak dibersihkan dengan sikat hingga jeruk nipis.

Pembersihan dilakukan agar pusaka tersebut tetap terjaga dan tidak berkarat. Usai dibersihkan, pusaka Kabupaten Tulungagung tersebut disimpan kembali di dalam pendapa Kanjengan Kepatihan.

Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo mengatakan Kegiatan budaya ini digelar dalam rangka ‘nguri-uri’ budaya Jawa.

Baca Juga : Kisah Daklan , Ngontel Jualan Kripik Tempe Dari Tulungagung ke Trenggalek

“Pusaka ini adalah peninggalan Adipati Ngrowo yang diyakini memiliki kekuatan dan pengaruh dalam perjuangan dalam mengusir penjajah,” ujarnya.

Dijelaskan Maryoto , Pemkab Tulungagung rencananya akan menjadikan jamasan sebagai salah satu daya tarik wisatawan.

“Segera kita kordinasikan agar kegiatan jamasan ini bisa menjadi event yang menarik dan mendatangkan wisatawan” Imbuhnya.

Salah satu Yang menarik selama jamasan tombak pusaka Kabupaten Tulungagung yaitu Masyarakat berebut air sisa jamasan yang diyakini air tersebut membawa berkah tersendiri, dan bagus untuk kesehatan.

Reporter : Anang

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *