Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

22 Rumah Warga Tanen Tulungagung Diterjang Angin Kencang di Penghujung 2025

25
×

22 Rumah Warga Tanen Tulungagung Diterjang Angin Kencang di Penghujung 2025

Sebarkan artikel ini

Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung diterjang Angin kencang pada Rabu (31/12) siang / Istimewa

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Warga Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, mengakhiri tahun 2025 dengan suasana mencekam. Angin kencang menerjang wilayah mereka pada Rabu (31/12) siang, sekitar pukul 13.30 WIB, merusak puluhan atap rumah dan memicu aksi tanggap darurat di malam pergantian tahun.

​Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, mengonfirmasi bahwa musibah yang terjadi singkat namun intens ini telah mengakibatkan 22 rumah warga di Dusun Tanen mengalami kerusakan ringan.

“Angin kencang terjadi cukup singkat. Dampaknya, 22 rumah warga mengalami kerusakan didominasi pada bagian atap, berupa asbes dan genteng yang terlepas atau rusak,” jelas Sudarmaji pada Rabu malam.

Fokus Kerusakan: Dusun Tanen Jadi Titik Terparah

​Data sementara dari BPBD menunjukkan bahwa Dusun Tanen menjadi titik terparah dengan sebaran kerusakan RT 04 RW 01 ada 14 rumah rusak ringan, RT 02 RW 01 ada 6 rumah rusak ringan serta di RT 03 RW 01 , 2 rumah rusak ringan.

​Meskipun laporan menyebutkan angin bertiup kencang dari barat ke timur hingga menumbangkan beberapa pohon, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sudarmaji menegaskan bahwa kerugian yang dialami warga hanya bersifat material dan masih dalam kategori ringan.

​Aksi Kilat BPBD di Tengah Hujan Akhir Tahun

​Saat bencana terjadi, wilayah Tulungagung dilaporkan sedang diguyur hujan ringan hingga sedang. Kondisi ini menuntut kesigapan tinggi dari tim penanggulangan bencana.

​BPBD Tulungagung tidak menunggu lama. Mereka langsung menerjunkan petugas untuk melakukan asesmen cepat (pendataan) dan memberikan bantuan langsung ke lokasi.

​”Kami langsung menurunkan petugas untuk melakukan assessment dan memastikan kondisi warga terdampak,” kata Sudarmaji.

​Tidak hanya pendataan, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik darurat, yaitu sembako dan terpal. Bantuan terpal ini krusial untuk penanganan darurat, khususnya untuk menutup sementara atap-atap rumah yang gentengnya tersapu angin agar tidak memperparah kerusakan akibat hujan.

​Imbauan Waspada Jelang Puncak Musim Penghujan

​Mengakhiri keterangannya, Sudarmaji mengimbau seluruh masyarakat Tulungagung untuk terus siaga mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di musim penghujan ini.

​”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditangani,” pungkasnya, menekankan bahwa BPBD akan terus memantau wilayah rawan melalui berbagai saluran komunikasi 24 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *