Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

TEBING 20 METER AMBROL! Akses Jalan Desa Geger Sendang Tulungagung Lumpuh Total Tertimbun Longsor

14
×

TEBING 20 METER AMBROL! Akses Jalan Desa Geger Sendang Tulungagung Lumpuh Total Tertimbun Longsor

Sebarkan artikel ini

Akses Jalan Desa Geger Sendang Tulungagung Tertimbun Longsor ( endi sunaryo ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Bencana tanah longsor dahsyat melanda Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung pada Jumat (03/04/2026) siang. Tebing setinggi 20 meter di belakang pemukiman warga ambruk dan menutup total akses utama penghubung antar-dusun.

​Material longsoran dengan ketebalan mencapai 3 meter dilaporkan menimbun badan jalan yang menghubungkan Dusun Ngrejeng dengan Dusun Turi. Akibatnya, arus lalu lintas di wilayah tersebut terputus sepenuhnya.

Pemicu Kondisi Tanah Labil

Kapolsek Sendang, AKP Daroji, mengungkapkan bahwa bencana ini diduga kuat akibat guyuran hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Sendang pada sehari sebelumnya.

​”Kondisi tanah menjadi labil setelah diguyur hujan lebat pada Kamis sore. Puncaknya pada Jumat sekitar pukul 13.45 WIB, tebing di belakang rumah Paryani dan Paryati longsor hingga menutup akses jalan desa,” ujar AKP Daroji,Sabtu (4/4/).

Respon Cepat Petugas dan Alat Berat

Petugas langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Petugas telah memasang police line dan rambu peringatan guna mencegah warga mendekati area zona bahaya, mengingat potensi longsor susulan masih mengintai.

​Untuk mempercepat evakuasi material yang masif, Polsek Sendang telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tulungagung.

​”Tadi malam alat berat tiba di lokasi. Proses pembersihan material secara besar-besaran dilaksanakan  pagi ini Sabtu (04/04/2026), agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” tambahnya.

Imbauan Waspada

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, pihak kepolisian meminta masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. Mengingat cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tidak menentu, potensi bencana serupa masih diwaspadai di titik-titik rawan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *