Bencana tanah longsor dahsyat melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada 16 November lalu ( Susanto ajttv.com)
BANJARNEGARA, AJTTV.COM – Bencana tanah longsor dahsyat yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada 16 November lalu, kini menjadi pusat perhatian tim kemanusiaan. LMI Rescue menjadi salah satu tim yang bergerak cepat merespons, bergabung bersama Tim SAR Gabungan untuk memprioritaskan pencarian korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Per Rabu (19/11/2025), data yang dirilis mencatat bahwa 26 orang korban masih dilaporkan hilang, meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga.
Mobilisasi Cepat LMI: Membuka Akses Warga
Susanto, Disaster Officer Responses LMI, menjelaskan bahwa tim segera dimobilisasi setelah mendapatkan informasi bencana. Tiga personel rescuer diterjunkan ke lokasi dengan membawa Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan berat (Alkon).
”Kami memobilisasi 3 personil rescuer dengan membawa APD dan Alkon untuk membantu Tim SAR Gabungan di sana dalam proses evakuasi material longsoran dan membuka kembali akses warga untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak,” kata Susanto.
Pihak LMI telah berkoordinasi erat dengan RNPB (Rakan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BASARNAS untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
Ratusan Jiwa Mengungsi, Kebutuhan Dasar Mendesak
Selain fokus pada pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak menjadi perhatian utama.
Yanuar Widi Prianto, Direktur Program LMI, yang melepas tim, menegaskan komitmen LMI untuk terus memonitor dan siap menambah dukungan jika diperlukan oleh BPBD dan BASARNAS.
”Pencarian korban yang masih hilang adalah prioritas utama saat ini,” tegas Yanuar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mencatat tingginya jumlah warga yang terpaksa mengungsi, yakni mencapai 917 jiwa. Para pengungsi tersebar di beberapa titik aman, termasuk Kantor Kecamatan Pandanarum, Gor Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, Wisma Muhammadiyah, Gedung KB Kecamatan Pandanarum, dan Rumah-rumah kerabat.
Musibah longsor ini, yang juga terjadi di Majenang, Cilacap, meninggalkan luka yang membutuhkan dukungan doa dan bantuan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.












