Seorang pria lanjut usia, R (63), warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, meninggal dunia setelah terjatuh saat memperbaiki talang air di rumah saudarinya pada Jumat malam (05/12/2025) / ist
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM– Musibah kecelakaan kerja di rumah tangga kembali terjadi di Tulungagung. Seorang pria lanjut usia, R (63), warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, meninggal dunia setelah terjatuh saat memperbaiki talang air di rumah saudarinya pada Jumat malam (05/12/2025). Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan saat bekerja di tempat tinggi.
Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Dusun Patikreco RT 005 RW 005. Korban, R, sedang berusaha membetulkan talang air di ketinggian rumah saudarinya, Romdiah.
Kronologi Jatuh dan Meninggal di Rumah Sakit
Kapolsek Kalangbret, AKP Ahmad Makali, membenarkan kejadian ini dan menjelaskan kronologinya. Saat berada di atas, korban terpeleset dan langsung terjatuh ke bawah.
”Setelah jatuh, korban masih dalam keadaan hidup dan langsung mendapatkan pertolongan cepat dari warga sekitar. Korban segera dilarikan ke RSUD dr. Iskak untuk mendapatkan perawatan medis,” terang Kapolsek.
Sayangnya, meski telah mendapatkan penanganan intensif, korban R (63) dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Hasil Olah TKP: Murni Kecelakaan
Setelah menerima laporan, Polsek Kalangbret bersama Unit Inafis Polres Tulungagung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan dari tim Inafis dan tim medis RSUD dr. Iskak memastikan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau indikasi penganiayaan pada tubuh korban. Kejadian ini disimpulkan murni sebagai kecelakaan tunggal.
Pihak keluarga telah menerima musibah ini sebagai takdir dan membuat surat pernyataan resmi tidak akan menuntut pihak mana pun, baik secara pidana maupun perdata.
Imbauan Keselamatan Kerja dari Polsek
Menyikapi insiden yang merenggut nyawa ini, Polsek Kalangbret menyampaikan dukacita mendalam dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan perbaikan atau pekerjaan yang memerlukan akses ke ketinggian.
”Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan di ketinggian, terutama pada malam hari yang memiliki risiko lebih tinggi karena pencahayaan yang minim dan faktor kelelahan,” tegas AKP Ahmad Makali.
Tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua warga agar selalu menggunakan alat bantu yang aman dan standar, serta memastikan penerangan yang memadai sebelum memulai pekerjaan berbahaya.












