Puskesmas Besuki Tulungagung Gelar Skrining dan Edukasi Bahaya Merokok di MI Nurul Huda ( Sunari ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Puskesmas Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, terus memperkuat program kesehatan preventifnya dengan menyasar kelompok usia rentan. Pada tahun 2025, Puskesmas Besuki melaksanakan kegiatan Skrining Perilaku Merokok dan edukasi intensif mengenai bahaya merokok, bertempat di MI Miftakhul Huda Tanggulkundung.
Kegiatan ini secara spesifik menargetkan anak-anak usia sekolah, yaitu rentang 10 hingga 18 tahun, yang didanai melalui Biaya Operasional Kesehatan (BOK).
Deteksi Dini Perilaku Berisiko
Kepala Puskesmas Besuki, Muyati, menjelaskan bahwa kegiatan skrining ini merupakan langkah proaktif untuk mendeteksi sedini mungkin siswa yang sudah memiliki kebiasaan merokok, atau mereka yang berisiko tinggi mencoba merokok.
”Meskipun sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (MI) menjadi fokus utama, kami menargetkan rentang usia 10-18 tahun karena ini adalah masa krusial di mana anak mulai mencoba hal-hal baru dan rentan terpengaruh lingkungan,” ujar Muyati, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, Dana BOK sangat vital dalam memfasilitasi kegiatan skrining yang sifatnya personal dan sensitif ini. Skrining dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak, bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku tanpa menghakimi, sehingga siswa berani terbuka.
Edukasi Komprehensif Bahaya Kesehatan
Selain skrining, inti dari kegiatan ini adalah penyampaian edukasi komprehensif mengenai dampak buruk merokok terhadap kesehatan. Tim kesehatan Puskesmas Besuki memberikan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak, meliputi Dampak Jangka Pendek dan Panjang. Disini dilakukan Penjelasan tentang kerusakan paru-paru, jantung, dan risiko kanker yang mengintai perokok aktif maupun pasu, Edukasi bahwa rokok elektrik juga mengandung zat berbahaya dan bukan alternatif yang aman, Penjelasan mengenai kerugian finansial yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok.
“Kami tidak hanya ingin mengetahui siapa yang merokok, tetapi yang lebih penting, kami ingin menanamkan pemahaman kuat pada mereka tentang bahaya racun nikotin dan tar sejak dini, sehingga mereka memiliki benteng pertahanan diri yang kokoh,” tegas Muyati.
Muyati berharap, dengan adanya intervensi dari Puskesmas, angka coba-coba merokok pada anak usia sekolah di wilayah Besuki dapat ditekan secara signifikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan generasi muda Tulungagung.












