Alumnus SMSR N Surabaya bertemu merajut kasih/ ajttv.com
SURABAYA, AJTTV.COM – Momen nostalgia yang penuh kehangatan dan keharuan menyelimuti sebuah tempat makan di Surabaya hari ini, Sabtu (10/1/2026). Para wanita yang merupakan alumnus Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Negeri Surabaya angkatan tahun 90-an berkumpul kembali setelah puluhan tahun lulus dan terpisah oleh kesibukan masing-masing.
Raut kebahagiaan tak terbendung terlihat dari wajah-wajah mereka, diwarnai tawa renyah, pelukan erat, dan sesekali air mata haru.
Reuni Spesial Lintas Jurusan: Grafis dan Seni Lukis
Pertemuan kali ini terasa spesial karena diprakarsai oleh Maria Kurniawati alumnus asal Surabaya, yang sengaja mengumpulkan beberapa teman sekelasnya untuk menemui Sukesi, rekan seangkatan yang kini berdomisili di Tulungagung.
Perjumpaan ini menjadi menarik karena mempertemukan representasi dua jurusan berbeda di SMSR: Maria berasal dari jurusan Grafis Komunikasi, sementara Sukesi dari jurusan Seni Lukis.
”Rasanya campur aduk. Sudah puluhan tahun kami tidak bertemu secara langsung setelah lulus. Melihat wajah-wajah ini lagi, rasanya seperti kembali ke masa muda, masa-masa penuh kreativitas di bangku SMSR,” tutur Maria Kurniawati dengan mata berkaca-kaca.
Sukesi, yang jauh-jauh datang dari Tulungagung, mengaku sangat terharu dengan inisiatif para sahabatnya.
”Sungguh, ini momen yang mengharukan. Kami tumbuh besar bersama, berjuang dengan kuas dan perangkat desain grafis. Meskipun beda jurusan—antara kuas dan mouse—ikatan pertemanan kami tetap kuat,” kata Sukesi sambil memeluk erat teman-temannya.
Kenangan Masa Sekolah Seni yang Unik
Selama pertemuan, tawa riuh tak henti-hentinya terdengar saat mereka mengenang masa-masa sekolah yang unik di SMSR, mulai dari tugas-tugas seni yang menantang, pameran sekolah, hingga kenakalan khas remaja tahun 90-an.
Reuni yang berlangsung hari Sabtu ini membuktikan bahwa ikatan persahabatan yang terjalin di bangku pendidikan, apalagi di sekolah seni yang penuh kenangan unik, tidak luntur oleh jarak dan waktu. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal untuk mengaktifkan kembali tali silaturahmi yang sempat renggang.












