Kandang Ayam Berisi 5.000 Ekor di Rejotangan Tulungagung Terbakar Diduga Korsleting Pemanas / Istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam berkapasitas besar di Dusun Nakeran, Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu malam (10/1/2026). Insiden tersebut menghanguskan seluruh bangunan kandang beserta ribuan anak ayam yang baru berusia dua hari, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
Api mulai menyala sekitar pukul 19.20 WIB di kandang milik P. Sugianto (RT 002/RW 002) tersebut.
Diduga Konsleting Alat Pemanas
Kepala Seksi Operasional Pemadaman Kebakaran Dinas Damkar dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, mengonfirmasi kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan pada pukul 19.40 WIB dan segera mengerahkan tim menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK).
Bambang menjelaskan bahwa berdasarkan dugaan awal, sumber api berasal dari gangguan listrik di bagian atas kandang.
”Kebakaran ini tergolong skala besar dan diduga kuat dipicu oleh konsleting pada alat pemanas (brooder) yang terpasang di dalam kandang. Tiba-tiba api menyala dari bagian atas kandang yang kemungkinan bersentuhan dengan material mudah terbakar,” jelas Bambang Pidekso saat dikonfirmasi usai penanganan.
Kerugian Material dan Evakuasi Dramatis
Kandang ayam yang terbakar tersebut berukuran 8×40 meter (2 unit) dan saat kejadian sedang diisi oleh 5.000 ekor anak ayam (DOC) yang baru berumur dua hari.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp150.000.000, meliputi Kerusakan total pada dua unit bangunan kandang ukuran 8×40 m, Enam unit mesin pemanas (brooder) hangus.Seluruh peralatan kandang lainnya dan 5.000 ekor anak ayam (DOC) yang baru berumur dua hari ikut hangus.
Meskipun kerugian materiil sangat besar, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Damkarmat Kerahkan Tiga Armada
Untuk memadamkan api yang cepat membesar karena material kandang yang mudah terbakar, Damkarmat Tulungagung mengerahkan satu unit armada Damkar, satu unit armada tangki suplai air, dan satu kendaraan Rescue.
Tim gabungan yang bertugas di lokasi melibatkan Sekdin, Kabid Pemadaman, Kasi Ops, Kasi Penyelamatan, Analis 2, Regu Baruna 1, serta didukung oleh Polsek Rejotangan, Koramil Rejotangan, Inafis, dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih dua jam, dan api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.05 WIB.
”Kami mengimbau kepada seluruh peternak yang menggunakan pemanas listrik atau gas untuk selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin pada instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa,” pungkas Bambang.












