- —– Ilustrasi
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan kekuatannya di wilayah Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 41 rumah warga di Kecamatan Rejotangan dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung yang muncul secara tiba-tiba pada Senin (12/01/2026) sore.
Bencana ini menyisakan jejak kerusakan di tiga desa, yakni Desa Panjerejo, Desa Karangsari, dan Desa Tugu. Uniknya, fenomena ini terjadi dalam durasi singkat namun dengan daya rusak yang cukup signifikan.
10 Menit Mencekam Sebelum Hujan
Kesaksian warga menggambarkan betapa mencekamnya detik-detik saat angin tersebut melintas. Aziz Saiful Arifin, warga Desa Karangsari, menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
”Saat itu belum hujan, tiba-tiba angin datang sangat kencang. Anehnya, setelah angin lewat dan hujan turun, kondisi justru tenang. Kejadiannya singkat, kurang lebih cuma 10 menit,” ungkap Aziz.
Dahsyatnya embusan angin menyebabkan mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap. Ratusan genteng beterbangan dan lembaran asbes terlepas dari rangka rumah warga, menciptakan kepanikan sesaat di tengah pemukiman.
Rincian Dampak Kerusakan
Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo, bergerak cepat melakukan pendataan di lapangan. Berdasarkan data sementara, sebaran dampak kerusakan meliput Desa Panjerejo 22 rumah (terdampak paling parah), Desa Karangsari 15 rumah dan Desa Tugu: 4 rumah.
“Total ada 41 rumah yang terdampak dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang. Fokus utama kerusakan adalah pada bagian atap,” jelas Didi Jarot saat dikonfirmasi.
Respons Cepat dan Ketangguhan Warga
Pihak Kecamatan Rejotangan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung untuk melakukan asesmen menyeluruh. Data ini nantinya akan digunakan sebagai dasar pengusulan bantuan perbaikan bagi rumah warga yang terdampak.
Namun, di balik musibah ini, terpancar semangat gotong royong dan ketangguhan warga lokal. Tanpa menunggu bantuan datang, banyak warga yang langsung bahu-membahu memperbaiki atap rumah mereka secara swadaya agar bisa segera ditempati kembali dengan aman.
”Ini menunjukkan ketangguhan masyarakat kita dalam menghadapi bencana. Meski demikian, kami dari pemerintah tetap melakukan pendataan untuk memastikan bantuan tetap diusulkan,” pungkas Didi.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.












