Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Lumpuh Akibat Bambu Longsor, Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Normal Berkat Aksi Cepat Tim Gabungan

59
×

Lumpuh Akibat Bambu Longsor, Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Normal Berkat Aksi Cepat Tim Gabungan

Sebarkan artikel ini

Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Normal Berkat Aksi Cepat Tim Gabungan/ Istimewa

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Akses vital yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo sempat mengalami kemacetan panjang pada Sabtu (17/1/2026) sore. Satu rumpun bambu besar dilaporkan tumbang dan menutup badan jalan nasional di Km 12, tepatnya di Dusun Bubuk, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, akibat cuaca ekstrem.

​Hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 15.30 WIB membuat kondisi tanah menjadi tidak stabil. Diperparah angin kencang, rumpun bambu di tepi tebing ambrol hingga melintang di jalur utama tersebut, menghentikan laju kendaraan dari kedua arah.

Respons Cepat di Tengah Badai

​Menyikapi situasi darurat ini, Anggota Polsek Tugu langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

​”Kondisi di lapangan cukup menantang karena hujan masih berlangsung, namun evakuasi harus segera dilakukan karena ini adalah jalur nasional yang sangat ramai,” ungkap Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik SH.

Bahu-Membahu Pulihkan Arus Logistik

​Pantauan di lapangan menunjukkan kerja sama yang solid. Menggunakan mesin pemotong kayu (chainsaw) dan peralatan manual, petugas memotong batang bambu yang menjalar, sementara petugas lain  sibuk mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup guna mengurai penumpukan kendaraan.

​Berkat kerja keras tim di bawah guyuran hujan, pada pukul 18.25 WIB, seluruh material bambu berhasil disingkirkan dari aspal. Jalur nasional tersebut dinyatakan kembali aman dan dapat dilalui secara normal dari kedua arah.

Waspada Potensi Susulan

​Pihak berwenang mengimbau para pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintasi jalur Trenggalek-Ponorogo, terutama saat hujan deras. Kontur jalan yang diapit perbukitan menjadikannya rawan longsor dan pohon tumbang.

​”Kami mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat. Kecepatan informasi adalah kunci keberhasilan penanganan bencana di lapangan,” tutup Katik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *