Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Investasi “Emas Biru”, Pelindo Regional Jawa Tanam 3.000 Bibit Terumbu Karang di Pantai Mutiara Trenggalek

15
×

Investasi “Emas Biru”, Pelindo Regional Jawa Tanam 3.000 Bibit Terumbu Karang di Pantai Mutiara Trenggalek

Sebarkan artikel ini

Pelindo Regional Jawa Tanam 3.000 Bibit Terumbu Karang di Pantai Mutiara Trenggalek ( Susanto ajttv.com)

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Komitmen menjaga kelestarian laut Indonesia kembali ditunjukkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) Regional Jawa. Melalui kolaborasi strategis dengan Laznas LMI dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Pelindo meresmikan Program Rehabilitasi Terumbu Karang di kawasan Pantai Mutiara, Selasa (20/01/2026).

​Langkah ini merupakan bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang menyasar pemulihan ekosistem pesisir serta penguatan ekonomi nelayan lokal di wilayah selatan Jawa Timur.

3.000 Bibit dan Teknologi Media Tanam

​Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 3.000 bibit terumbu karang disiapkan untuk memperkaya ekosistem bawah laut Pantai Mutiara. Penggunaan teknologi media tanam yang variatif menjadi kunci dalam program ini, terdiri dari ​11 Unit Media Meja Tanam Bibit, ​30 Unit Media Bioreftek dab ​10 Unit Media Fish House (Rumah Ikan)

​Sub Head Regional Pelindo Jawa, Agung Purwanto, menegaskan bahwa fokus Pelindo kini melampaui urusan logistik pelabuhan. “Pelindo memastikan laut tetap hidup dan berkelanjutan. Rehabilitasi ini adalah investasi ekologis jangka panjang bagi sektor maritim dan generasi mendatang,” tegasnya.

​Sinergi Lintas Sektor untuk Masyarakat Pesisir

​Program ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara. Saat membuka acara, ia menyebut laut sebagai “Emas Biru” bagi warga Trenggalek. “Laut adalah masa depan kita. Program ini menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan lewat pariwisata dan perikanan,” ujarnya.

​Senada dengan itu, Direktur Utama Laznas LMI, Agung Wicaksono, menekankan pentingnya menempatkan warga lokal sebagai aktor utama. Masyarakat pesisir tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi penjaga garda terdepan kelestarian karang.

​Dukungan teknis juga datang dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jatim melalui Kabid KKP, Awalrush Andhira, yang menyebut terumbu karang sebagai fondasi vital dalam menghadapi perubahan iklim global.

​Dampak Nyata: Ikan Mulai Kembali

​Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, memberikan kesaksian positif. Sejak memulai upaya konservasi pada 2006, dampak rehabilitasi sangat terasa. Dengan pertumbuhan karang mencapai 9 cm per tahun, habitat laut di Pantai Mutiara semakin kaya.

​“Sekarang banyak ikan yang kembali ke habitatnya. Hal ini sangat membantu ekonomi nelayan setempat. Kami harap dukungan berkelanjutan seperti dari Pelindo ini terus mengalir,” harap Kacuk.

​Kegiatan ditutup dengan prosesi penanaman media terumbu karang ke dasar laut yang disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan Pelindo, dan komunitas peduli lingkungan pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *