Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Kondisi Membaik, KBM di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Kembali Kondusif Pasca-Dugaan Keracunan

3
×

Kondisi Membaik, KBM di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Kembali Kondusif Pasca-Dugaan Keracunan

Sebarkan artikel ini

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung tetap berjalan aktif pada Rabu (21/01/2026)/Anang ajttv.com

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, dipastikan tetap berjalan aktif dan kondusif pada Rabu (21/01/2026). Hal ini menyusul adanya sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Kepala SMKN 3 Boyolangu, Syaiful Huda menegaskan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah cepat untuk menangani para siswa yang terdampak. Berdasarkan pantauan terbaru, mayoritas siswa sudah mulai pulih dan kembali mengikuti aktivitas di sekolah.

​Mayoritas Siswa Sudah Pulih

​Dalam keterangannya, Syaiful menjelaskan bahwa dari total siswa yang sempat mengeluhkan gejala sakit, sebagian besar kini sedang menjalani masa pemulihan di rumah masing-masing.

​”Kegiatan belajar sudah mulai normal. Siswa yang sehat tetap mengikuti kegiatan pembelajaran, sementara yang masih merasa sakit diberikan waktu istirahat untuk proses pemulihan,” ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Rabu (21/01).

​Ia merinci bahwa dari jumlah siswa yang terdampak, saat ini tersisa satu orang yang masih menjalani perawatan medis.

​”Di puskesmas saat ini tinggal satu orang. Siswa lainnya, kurang lebih sekitar 20 anak, sudah beristirahat di rumah. Sisanya sudah bisa mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasanya,” tambahnya.

​Observasi dan Mitigasi

​Meskipun KBM berjalan normal, pihak sekolah tidak lengah. Manajemen SMKN 3 Boyolangu terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak kesehatan guna memantau perkembangan kondisi siswa dan menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.

​”Saat ini masih dilakukan observasi dari Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya. Kami memastikan lingkungan sekolah tetap tenang dan pembelajaran dilakukan secara kondisional menyesuaikan keadaan siswa,” jelas Syaiful.

​Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengevaluasi kejadian ini agar insiden serupa tidak terulang kembali. Saat ini, fokus utama sekolah adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang maksimal dan proses belajar mengajar tidak terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *