Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Sembilan Siswa SMK Sore Tulungagung Dilarikan ke Puskesmas, Dapur SPPG Disetop Sementara!

8
×

Sembilan Siswa SMK Sore Tulungagung Dilarikan ke Puskesmas, Dapur SPPG Disetop Sementara!

Sebarkan artikel ini

Sembilan siswa SMK Sore Tulungagung terpaksa dilarikan ke Puskesmas Beji setelah mengeluhkan mual, muntah, dan diare massal pada Kamis (22/01/2026) siang.(Heru susanto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung kembali menuai sorotan tajam. Sebanyak sembilan siswa SMK Sore Tulungagung terpaksa dilarikan ke Puskesmas Beji setelah mengeluhkan mual, muntah, dan diare massal pada Kamis (22/01/2026) siang.

​Insiden ini memicu respons cepat Dinas Kesehatan dan Satgas MBG untuk menyelidiki apakah pemicu keracunan berasal dari menu MBG atau faktor eksternal lainnya.

Kronologi dan Simpang Siur Penyebab

​Gejala mulai dirasakan para siswa sekitar satu jam setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan sekitar pukul 10.00 WIB. Kabid P2P Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyatakan pihaknya tengah melakukan analisa laboratorium terhadap sampel makanan dari Dapur SPPG Moyoketen 1 dan sisa makanan di sekolah.

​Namun, terdapat anomali dalam distribusi hari ini. Perubahan jadwal pemberian makan dari pukul 09.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB diduga membuat beberapa siswa tidak sabar dan mengonsumsi jajanan dari luar sekolah sebelum menu MBG tiba.

​”Kami masih telaah lebih lanjut. Ada jeda waktu distribusi yang tidak biasa, sehingga ada kemungkinan siswa mengonsumsi makanan lain. Namun, ada juga siswa seperti Farhan yang mengaku langsung memakan menu MBG tanpa mengonsumsi apa pun sebelumnya,” ujar dr. Aris.

Kendala Kapasitas Produksi Dapur SPPG

​Terungkap fakta bahwa pergeseran jam makan dilakukan karena adanya kendala kapasitas. Jumlah siswa di SMK Sore mencapai 2.900 orang, sementara kapasitas Dapur SPPG hanya mampu melayani sekitar 2.600 porsi. Ketidaksinkronan data dan logistik ini disinyalir menjadi penyebab perubahan jadwal yang berujung pada insiden medis tersebut.

​Merespons kejadian ini, Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, mengambil langkah tegas.

“Dapur SPPG Moyoketen 1 dilarang beroperasi hingga Jumat (23/01) untuk masa observasi. Keputusan mengenai penutupan permanen atau sementara masih menunggu arahan Badan Gizi Nasional (BGN),” tegas Sony.

​Pemantauan 3 x 24 Jam

​Dinas Kesehatan Tulungagung kini menyiagakan 32 puskesmas di seluruh kabupaten untuk mengantisipasi adanya laporan tambahan. Guru kelas diminta memantau kondisi siswa secara intensif selama tiga hari ke depan.

​Meskipun pihak sekolah, melalui Wakasarpras Ahmad Yuanto, menyebutkan bahwa makanan tersebut sempat diuji rasa (tester) dan dianggap layak, hasil laboratorium nantinya akan menjadi penentu tunggal penyebab utama jatuhnya korban di SMK Sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *