Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Pesan Damai dari Tulungagung: Kapolres Dr. Ihram Kustarto Sambangi Tokoh Lintas Iman, Dari Pura hingga Makam Mursyid PETA

19
×

Pesan Damai dari Tulungagung: Kapolres Dr. Ihram Kustarto Sambangi Tokoh Lintas Iman, Dari Pura hingga Makam Mursyid PETA

Sebarkan artikel ini

Kapolres Dr. Ihram Kustarto Sambangi Tokoh Lintas Iman, Dari Pura hingga Makam Mursyid PETA/ Istimewa

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Di tengah dinamika keamanan wilayah yang terus berkembang, Kapolres Tulungagung, AKBP Dr. Ihram Kustarto, melakukan langkah simbolis yang menyejukkan. Dalam sehari, perwira menengah dengan gelar doktor tersebut melakukan safari lintas iman, menyapa para tokoh agama dari berbagai keyakinan guna memperkokoh fondasi kebersamaan di “Kota Marmer”, Rabu (28/01/2026).

​Safari perdana sejak menjabat ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas melalui pendekatan kultural dan spritual.

​Menyusuri Jejak Toleransi: Dari Boyolangu hingga Kutoanyar

​Titik awal silaturahmi dimulai dari ketinggian Dusun Tenggong, Desa Wajak Kidul, tepatnya di Pura Penataran Luhur Candi Dadi. Di sana, Kapolres disambut hangat oleh Ketua PHDI Tulungagung, Ibu Heni Sulistyowati. Dialog santai namun mendalam mengenai kerukunan menjadi warna utama dalam pertemuan tersebut.

​Perjalanan berlanjut ke Vihara Buddha Loka Theravada di Kutoanyar, sebelum akhirnya rombongan bergeser ke kediaman Ketua BAMAG Tulungagung, Ps. Esther Elish, di kawasan Kampungdalem. Kehadiran jajaran PJU hingga Kapolsek dalam rombongan ini menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam merangkul seluruh elemen masyarakat.

​Ziarah Spiritual di Pondok PETA

​Menutup rangkaian safarinya, AKBP Dr. Ihram Kustarto menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam KH. Abdul Djalil Mustaqim di kompleks Pondok Pesantren PETA (Pesantren Tarbiyatul Musyoddiqin). Sebagai tokoh besar yang dikenal sebagai Mursyid Tarekat Syadziliyah, sosok almarhum menjadi simbol persatuan umat di Tulungagung.

​”Ziarah ini adalah bentuk penghormatan sekaligus doa. Kami ingin mengenang perjuangan beliau dalam menjaga persatuan. Komunikasi yang baik dengan para pemuka agama adalah kunci menjaga ketenangan batin masyarakat,” ujar Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, mewakili Kapolres.

Sinergi untuk Kamtibmas Kondusif

​Langkah jemput bola yang dilakukan Kapolres ini dinilai sebagai strategi cooling system yang efektif. Dengan terjalinnya komunikasi langsung antara aparat penegak hukum dan tokoh lintas iman, segala potensi konflik sosial diharapkan dapat diredam sejak dini.

​”Kami ingin membangun harmoni. Jika tokoh agamanya rukun dan sinergis dengan Polri, maka situasi di akar rumput akan senantiasa kondusif,” pungkas Iptu Nanang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *