Ilustrasi
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Guna mengantisipasi kemacetan parah akibat membludaknya jamaah pada agenda religi Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab di Ndalem Gus Miek, Ploso, Kediri, Kepolisian Sektor (Polsek) Karangrejo resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas.
Mulai tanggal 1 hingga 4 Februari 2026, kendaraan bertonase besar seperti truk, bus, dan tronton yang melaju dari arah selatan (Tulungagung) menuju Kediri dilarang melintasi jalur utama Ploso–Mojo. Sebagai gantinya, arus kendaraan akan dialihkan secara total demi menjamin kelancaran arus logistik dan mobilitas warga.
Kapolsek Karangrejo, AKP Nenny Sasongko, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil untuk mendukung kekhusyukan kegiatan keagamaan akhir bulan Sya’ban tersebut sekaligus mencegah terjadinya penguncian arus (gridlock) di wilayah perbatasan.
“Kendaraan besar dari arah selatan akan kami arahkan mulai dari depan Mapolsek Karangrejo menuju wilayah Ngantru. Jalur utama Ploso-Mojo Kediri diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan pribadi jamaah, sehingga kendaraan berat harus mengambil rute alternatif,” jelas AKP Nenny Sasongko, Jumat (30/1/2026).
Meskipun kendaraan besar dialihkan, kendaraan kecil atau mobil pribadi masih diizinkan melintas namun tetap dalam pengawasan dan pengaturan ketat petugas di lapangan. AKP Nenny menegaskan bahwa personel gabungan telah disiagakan di titik-titik krusial untuk memandu para pengemudi.
Selain penyiagaan personel, sejumlah rambu petunjuk arah telah dipasang di titik strategis sebelum memasuki kawasan Karangrejo agar para sopir kendaraan berat dapat mengambil ancang-ancang lebih awal.
“Kami mohon pengertian dan kerja sama dari para pengemudi serta pengusaha angkutan. Pengalihan ini bersifat sementara demi keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama selama rangkaian Dzikrul Ghofilin berlangsung di Ndalem Gus Miek,” tambahnya.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan menuju Kediri atau sebaliknya diimbau untuk memantau kondisi lalu lintas terkini dan mematuhi arahan petugas guna menghindari terjebak kepadatan di jalur-jalur rawan macet.












