Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Lautan Manusia Serbu Pantai Trenggalek, Bukan Piknik Tapi Resik-Resik!

24
×

Lautan Manusia Serbu Pantai Trenggalek, Bukan Piknik Tapi Resik-Resik!

Sebarkan artikel ini

Lautan Manusia Resik-Resik pantai selatan Trenggalek/ Istimewa

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Menjawab instruksi langsung dari Presiden, jajaran Polres Trenggalek “tancap gas” menggelar aksi besar-besaran di sepanjang garis pantai selatan. Tak hanya polisi, ratusan personel gabungan dari TNI, mahasiswa, hingga pendekar silat turun gunung untuk melakukan gerakan resik-resik pantai serentak, Kamis (5/2).

Sinergi Lintas Sektoral di Tiga Titik Utama

​Aksi bersih-bersih ini menyasar tiga wilayah pesisir ikonik di Trenggalek yang menjadi magnet wisatawan, Watulimo, Munjungan, dan Panggul.

​Di wilayah Watulimo, AKP Sunarto memimpin pembersihan di Pantai Mutiara, Pasir Putih, dan Simbaronce. Sebanyak 80 personel gabungan bergerak efektif dengan membagi tim ke dalam zona-zona kecil untuk menyisir sampah plastik dan organik.

“Wisatawan itu cari nyaman. Kalau pantainya bersih, mereka betah, ekonomi warga pun ikut berputar,” ujar AKP Sunarto.

​Pendekar Silat dan Pelajar Ikut “Turun Tangan”

​Ada pemandangan menarik di Pantai Konang, Panggul. Kapolsek AKP Suswanto tidak hanya menggandeng instansi resmi, tapi juga merangkul organisasi kepemudaan dan organisasi pencak silat. Langkah ini diambil untuk memupuk rasa memiliki (sense of belonging) terhadap aset wisata daerah.

​Sementara itu, di Pantai Blado, Munjungan, sekitar 75 orang dari berbagai elemen masyarakat bahu-membahu membersihkan pesisir. Kapolsek Munjungan, AKP Cikini, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menggugah kesadaran kolektif agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.

​Target: Kebersihan Berkelanjutan

​Sampah-sampah yang terkumpul tidak dibuang begitu saja, melainkan dipilah antara sampah organik dan plastik untuk diproses dalam sistem daur ulang. Polres Trenggalek berharap gerakan ini menjadi pemicu bagi pengelola wisata dan pengunjung untuk menjaga estetika pantai eksotis di Jawa Timur tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *