Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Niat Menolong Teman, Pemuda Asal Malang Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine Tulungagung

39
×

Niat Menolong Teman, Pemuda Asal Malang Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suasana wisata di Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung mendadak mencekam pada Sabtu (7/2/2026) pagi. Sebanyak enam wisatawan terseret ombak besar saat sedang berenang. Dari insiden tersebut, lima orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang dinyatakan hilang teridentifikasi bernama Muhamad Attaya Ulum (20), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan laut ini bermula saat dua wisatawan asal Ponorogo, yakni Andri (49) dan Resta (25), sedang berenang di kawasan pantai. Tanpa diduga, gelombang tinggi muncul secara tiba-tiba dan langsung menyapu serta menyeret keduanya ke tengah laut.

​Melihat kejadian tersebut, empat rekan mereka yang berasal dari Kota Malang spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, aksi heroik tersebut justru berakibat fatal karena mereka ikut terseret arus bawah laut yang sangat kuat.

​”Lima korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tepi pantai oleh warga dan petugas. Namun, satu korban (Attaya) diduga tidak kuat berenang dan hilang terseret ombak,” ungkap Sudarmaji.

Identitas Korban Selamat

Berdasarkan data dari BPBD Tulungagung, lima korban yang berhasil dievakuasi adalah:

  1. Andri (49) – Warga Ponorogo.
  2. Resta (25) – Warga Ponorogo.
  3. Achmad Wildani Ubaidilah (19) – Warga Blimbing, Kota Malang.
  4. Fikri (20) – Warga Blimbing, Kota Malang.
  5. Ahmad Riskilah (20) – Warga Blimbing, Kota Malang.

​Dua dari lima korban selamat segera dilarikan ke klinik kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan medis karena kondisi fisik yang melemah.

Proses Pencarian

Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, TNI/Polri, serta dibantu oleh nelayan setempat masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

​”Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian intensif. Kami juga mengimbau kepada para wisatawan untuk selalu waspada dan memperhatikan rambu larangan berenang, terutama saat kondisi gelombang sedang tinggi,” pungkas Sudarmaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *