Kades Jarakan Suad Bagyo bersama Bupati Gatut Sunu dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin ( Heru Susanto ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Ambisi Pemerintah Desa Jarakan Kabupaten Tulungagung untuk merealisasikan program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini menemui jalan buntu. Hingga saat ini, pihak desa mengaku belum bisa menindaklanjuti program mentereng tersebut akibat kendala teknis yang cukup krusial.
Kepala Desa Jarakan, Suad Bagyo, mengungkapkan kegelisahannya terkait nasib program yang diproyeksikan menjadi pilar ekonomi desa tersebut. Masalah utamanya bukan pada kesiapan SDM, melainkan syarat ketersediaan lahan yang sulit dipenuhi oleh pemerintah desa.
Krisis Lahan Menjadi Batu Sandungan
Dalam keterangannya, Suad Bagyo menyebut bahwa spesifikasi luas lahan yang diwajibkan untuk pembangunan gedung KDMP tidak selaras dengan realitas aset yang dimiliki desa saat ini. Hal inilah yang membuat pihak pemerintah desa merasa kebingungan untuk melangkah lebih jauh.
“Kami benar-benar kebingungan karena tidak tersedianya lahan. Syarat luas lahan yang diminta sangat besar, sementara kami di desa tidak memiliki aset tanah yang mencukupi untuk kebutuhan tersebut,” ungkap Suad Bagyo, Minggu (8/2/2026).
Langkah Diplomasi: Dari Lisan Hingga Tulisan
Sadar bahwa masalah ini memerlukan intervensi dari tingkat yang lebih tinggi, Suad Bagyo telah menempuh berbagai jalur komunikasi lintas sektoral. Persoalan ketiadaan lahan ini bahkan sudah sampai ke meja pimpinan daerah dan jajaran terkait.
Menurut Bagyo langkah-langkah yang telah ditempuh Pemerintah Desa Jarakan diantaranya menyampaikan secara langsung kebuntuan ini kepada Bupati Tulungagung guna meminta solusi kebijakan serta bersurat resmi dan telah dilayangkan kepada Babinsa Desa Jarakan untuk koordinasi keamanan dan aset, serta kepada Pendamping KDMP Kecamatan Gondang untuk mencari celah regulasi.
Menanti Solusi Pemerintah Daerah
Pihak desa berharap laporan yang sudah sampai ke tingkat Dandim, Bupati, hingga Dinas Koperasi tersebut segera membuahkan hasil. Tanpa adanya diskresi atau bantuan pengadaan lahan, pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih di Desa Jarakan terancam hanya akan menjadi rencana di atas kertas.
Kini, bola panas pembangunan ekonomi desa ini berada di tangan pemangku kebijakan daerah. Masyarakat menanti, apakah akan ada solusi nyata agar Koperasi Desa Merah Putih tetap bisa berdiri tegak di Desa Jarakan.












