Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

HUT ke-42 PDAM: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Larang Intervensi Buruk dan Tuntut Kemandirian Total!

16
×

HUT ke-42 PDAM: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Larang Intervensi Buruk dan Tuntut Kemandirian Total!

Sebarkan artikel ini

Bupati Gatut Sunu memberikan “Warning” Perusda ( Anang ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, mengeluarkan pernyataan tegas saat menghadiri acara selamatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung. Di hadapan jajaran direksi dan staf, orang nomor satu di Kota Marmer ini menuntut adanya revolusi pola kerja di seluruh Perusahaan Daerah (Perusda).

Pola Kerja Lama Harus “Pensiun”

​Bupati Gatut Sunu menekankan bahwa usia 42 tahun harus menjadi momentum pendewasaan bagi PDAM Tulungagung. Ia menegaskan tidak ada lagi ruang bagi pola kerja lama yang lamban dan tidak efisien.

“Semua perusahaan daerah di Tulungagung wajib merubah pola kerja lama .Pola lama kita lupakan, kedepan Kita harus bergerak lebih cepat, lebih responsif, dan lebih profesional,” tegas Bupati Gatut Sunu dalam sambutannya, Minggu (8/2/2026).

Haramkan Intervensi, Fokus pada Pelayanan Rakyat

​Salah satu poin paling “panas” dalam arahannya adalah mengenai independensi perusahaan. Bupati menginginkan PDAM menjadi lembaga yang kuat dan mandiri tanpa adanya gangguan dari pihak manapun yang memiliki niat tidak baik.

​Ia menekankan bahwa kekuatan PDAM harus didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Tulungagung, dari wilayah kota hingga wilayah penyangga.

“PDAM harus lebih kuat, mandiri, dan saya tegaskan, tidak boleh ada intervensi yang jelek! Semua ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di seluruh Kabupaten Tulungagung,” tambahnya dengan nada bicara yang mantap.

Mandiri Secara Ekonomi dan Inovasi

​Dengan statusnya sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda), Tirta Cahya Agung diharapkan tidak hanya bergantung pada rutinitas, tetapi mampu melakukan inovasi layanan dan pengelolaan keuangan yang sehat. Kemandirian ini dianggap kunci agar PDAM tetap tangguh dalam menghadapi tantangan kebutuhan air bersih yang semakin meningkat.

​Acara selamatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi saksi dimulainya era baru komitmen PDAM Tulungagung untuk bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang lebih bersih, mandiri, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *