Tim Laznas LMI bersama Mitra Hasnur Group, HASNUR Centre, dan UPZ Bakti Bersama bergerak cepat menyalurkan bantuan hygiene kit ( War ajttv.com)
TAPANULI SELATAN, AJTTV.COM – Jejak pilu akibat luapan Sungai Batang Toru masih menyisakan trauma mendalam bagi warga di Kecamatan Muara Batang Toru. Bukan hanya merendam pemukiman hingga seatap rumah, banjir dahsyat ini bahkan menyapu area pemakaman Muslim di pinggir Sungai Aek Mangambur hingga hilang tak berbekas.
Kehilangan yang Tak Tergantikan
Abdi, Kepala Lingkungan 1 Muara Ampolu, menceritakan betapa mencekamnya kondisi saat air naik. Selain melumpuhkan total aktivitas warga, terjangan arus membuat puluhan warga Kelurahan Muara Ampolu terpaksa mengungsi jauh melintasi batas kabupaten, tepatnya ke Desa Sihapas, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kenyataan pahit harus diterima warga saat mengetahui beberapa makam keluarga mereka raib terseret arus sungai yang mengganas.
Cahaya Harapan dari Hygiene Kit
Di tengah kondisi pascabanjir yang serba sulit, Tim Laznas LMI bersama Mitra Hasnur Group, HASNUR Centre, dan UPZ Bakti Bersama bergerak cepat menyalurkan bantuan hygiene kit pada Minggu (15/02/2026). Bantuan ini menjadi sangat krusial mengingat sanitasi menjadi masalah utama para pengungsi.
”Terima kasih atas bantuannya. Semoga kebaikan dan kepedulian ini menjadi cahaya harapan bagi kami, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap Agus Salim Nasution, jamaah Masjid Jami Al Muttaqin yang terdampak.
Komitmen Pendampingan Penyintas
Susanto, perwakilan program kemanusiaan Laznas LMI, menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan. Mengingat ketinggian air sempat mencapai lebih dari satu meter, banyak infrastruktur dan harta benda warga yang rusak berat.
Penyaluran bantuan kesehatan dan kebersihan ini diharapkan mampu menekan risiko penyakit pascabanjir di wilayah terdampak seperti Kelurahan Muara Ampolu, Manompas, hingga Mabang Pasir.












