Scroll untuk baca artikel
BERITA KRIMINALBERITA TERBARU

Drama ‘Salah Paham’ Berujung Amuk Massa: Rumah Lansia di Tulungagung Hancur Diterjang Pemuda Mabuk

9
×

Drama ‘Salah Paham’ Berujung Amuk Massa: Rumah Lansia di Tulungagung Hancur Diterjang Pemuda Mabuk

Sebarkan artikel ini

Rumah Lansia di Ngantru Tulungagung Hancur Diterjang Pemuda Mabuk/ Ist

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suasana tenang di Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung mendadak berubah mencekam pada Selasa sore (17/02/2026). Seorang lansia bernama Samsul (62) harus menyaksikan rumahnya dirusak oleh sekelompok orang yang diduga dalam pengaruh alkohol (mabuk).

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ini dipicu oleh rasa tidak terima terduga pelaku atas tuduhan pencurian yang diarahkan kepada anaknya. Namun, penyelesaian yang dipilih bukan lewat jalur dialog, melainkan lewat kekerasan dan intimidasi.

Kronologi Mencekam: Teror di Balik Aroma Alkohol

​Berdasarkan keterangan saksi, terduga pelaku bersama rekannya mendatangi rumah korban menggunakan sepeda motor. Dalam kondisi sempoyongan diduga akibat minuman beralkohol, terduga pelaku melabrak korban yang sedang berada di belakang rumah.

​Cekcok mulut tak terhindarkan. Terlapor yang emosinya sudah di ubun-ubun sempat mengancam akan menghajar korban. Merasa nyawanya terancam, Samsul terpaksa lari menyelamatkan diri, meninggalkan rumahnya dalam keadaan tak terlindungi.

Batako dan Pompa Angin Jadi Senjata

​Ditinggal kabur pemiliknya, amarah terlapor justru makin meledak. Bak adegan film laga, terlapor merobohkan sepeda motor di teras rumah dan menghujani kaca jendela depan serta samping rumah dengan batako, kayu, hingga pompa angin.

​Akibat aksi anarkis ini, rumah korban mengalami kerusakan parah.

Polisi Amankan Barang Bukti, Buru Pelaku

​Tak butuh waktu lama anggota Polsek Ngantru untuk terjun ke lokasi. Sejumlah barang bukti tak biasa diamankan petugas, mulai dari batako, kayu sepanjang satu meter, rakitan bambu, hingga satu unit pompa angin yang digunakan untuk menghancurkan kaca rumah korban.

​Kapolsek Ngantru, AKP Edy Santoso, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi premanisme, apalagi yang dipicu oleh pengaruh miras.

​“Laporan sudah kami terima. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur,” tegas AKP Edy Santoso, Rabu (18/02/2026).

Kini, warga Desa Padangan berharap pelaku segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga lansia di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *