Hartoyo menerima bantuan bentor dari Kasatlantas Polres Tulungagung ( ANANG AJTTV.COM)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Hidup Hartoyo, warga Kelurahan Tertek, sempat terasa “berhenti” pada Minggu dini hari (8/2) lalu. Bentor kesayangannya—satu-satunya alat pencari nafkah—hancur tak berbentuk setelah dihantam dan terseret mobil dalam insiden tabrak lari di depan Pasar Ngemplak yang sempat viral.
Namun, duka itu sirna pada Selasa (17/2/2026). Di depan rumahnya, Hartoyo tak mampu membendung haru saat jajaran Satlantas Polres Tulungagung datang membawa kejutan: sebuah unit bentor baru sebagai pengganti tumpuan hidupnya yang hancur.
Restorative Justice: Damai di Tengah Puing Musibah
Kasus yang sempat memicu pengejaran massa hingga ke wilayah Kras, Kediri ini resmi berakhir dengan jabat tangan. Melalui pendekatan Restorative Justice, Hartoyo memilih memaafkan pengemudi berinisial MD.
“Sudah damai. Saya memaafkan karena ini musibah, tidak ada yang sengaja. Pengemudi juga memberi bantuan seikhlasnya,” tutur Hartoyo dengan wajah sumringah.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila, menjelaskan bahwa perdamaian ini diambil setelah kedua pihak menyadari adanya unsur kemanusiaan, di mana pelaku pun sebenarnya mengalami luka-luka dan rasa trauma.
Bukan Sekadar Kendaraan, Tapi ‘Nafas’ Ekonomi
Bantuan bentor ini diserahkan langsung oleh AKP M Taufik Nabila sebagai bentuk empati Polri terhadap masyarakat kecil. Namun, ada catatan khusus dalam pemberian bantuan ini.
“Kami beri bantuan bentor ini khusus untuk mengangkut ikan, sesuai mata pencaharian Pak Hartoyo di Pasar Ngemplak. Ini bukan untuk angkutan orang, tapi untuk memastikan dapur keluarga beliau tetap mengepul,” tegas AKP Taufik, Rabu (18/2).
Kembali Menembus Dingin Malam
Bagi Hartoyo, bentor baru ini adalah tiket untuk kembali ke rutinitas lamanya. Sebagai pengangkut ikan, ia harus mulai bekerja saat warga lain terlelap, yakni mulai pukul 24.00 WIB hingga menjelang subuh.
Tragedi yang sempat diwarnai aksi heroik anggota polisi yang terluka demi melindungi pelaku dari amukan massa ini, kini ditutup dengan manis. Di balik penegakan hukum yang tegas, Satlantas Polres Tulungagung menunjukkan bahwa “Presisi” juga berarti hadir memulihkan harapan warga yang sempat pupus.












