Polisi dilokasi dugaan curanmnor/ Ist
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Nasib apes menimpa Mahmud, seorang petani asal Dusun Tempel, Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki. Berniat memanen hasil kebun, Mahmud justru harus merelakan sepeda motor kesayangannya hilang digondol pencuri pada Sabtu (21/02/2026) pagi.
Insiden pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini terjadi di pinggir jalan umum area perkebunan desa setempat, saat kondisi sekitar sedang sepi.
Kronologi: Hilang Saat Menimbang Hasil Panen
Kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WIB. Seperti biasa, Mahmud berangkat ke kebun miliknya untuk mencabut ketela pohon (singkong). Ia memarkirkan sepeda motor Honda Vario warna putih merah dengan nomor polisi AG 2918 RBD di tepi jalan dekat kebun.
Namun, diduga karena merasa aman, korban meninggalkan motornya dalam kondisi tidak dikunci stang. Tak hanya itu, kunci motor tersebut hanya diletakkan di dalam dasbor sebelah kiri.
Sekitar 30 menit berselang, seorang pelanggan singkong bernama Prayit datang ke lokasi untuk membeli hasil panen Mahmud. Keduanya pun sibuk melakukan proses penimbangan singkong di dalam kebun.
Sadar Setelah Ditanya Pembeli
Aksi pencurian ini baru disadari saat proses jual beli selesai. Prayit, sang pembeli, sempat bertanya kepada Mahmud apakah ia membawa sepeda motor ke kebun. Saat Mahmud menoleh ke arah tempat parkir, motor miliknya sudah raib dari lokasi semula.
”Korban sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kebun singkong, namun kendaraan tidak ditemukan,” jelas pihak kepolisian. Minggu (22/2). Akibat kejadian tersebut, Mahmud mengalami kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp10.000.000,-.
Tanggapan Kapolsek Besuki
Kapolsek Besuki, AKP Mokhamad Sansun, membenarkan adanya laporan curanmor tersebut. Setelah menerima laporan dari korban, jajaran Polsek Besuki langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
”Kami telah menerima laporan dan saat ini anggota sedang melakukan serangkaian langkah penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk memburu pelaku,” tegas AKP Sansun.
Imbauan: Jangan Teledor Tinggalkan Kunci
Belajar dari kasus ini, Kapolsek Besuki memberikan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya para petani yang sering meninggalkan kendaraan di pinggir jalan saat beraktivitas di sawah atau kebun.
”Kami mengingatkan warga untuk selalu mengunci stang dan jangan sekali-kali meninggalkan kunci pada kendaraan, meskipun hanya diletakkan di dasbor. Kewaspadaan masyarakat adalah kunci utama mencegah niat pelaku kejahatan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kasus curanmor di Desa Tanggulkundung tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Unit Reskrim Polsek Besuki.












