Scroll untuk baca artikel
BERITA NASIONALBERITA TERBARU

KPK Boyong 11 Orang dari Pekalongan, Jubir Beri Pesan Menohok: “Kooperatif atau Terhambat!”

5
×

KPK Boyong 11 Orang dari Pekalongan, Jubir Beri Pesan Menohok: “Kooperatif atau Terhambat!”

Sebarkan artikel ini

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo/ Istimewa

JAKARTA, AJTTV.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terseret dalam pusaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Lembaga antirasuah ini meminta para saksi dan pihak terkait untuk bersikap kooperatif demi kelancaran pengusutan kasus.

​Hingga Selasa (3/3) malam, tim penyidik dilaporkan tengah memboyong sedikitnya 11 orang dari Pekalongan menuju Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan.

Ultimatum untuk Transparansi

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa sikap kooperatif dari para terperiksa bukan sekadar imbauan, melainkan kunci agar proses hukum berjalan optimal dan transparan.

​”KPK mengimbau kepada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini untuk kooperatif memberikan keterangan. Kerja sama mereka sangat dibutuhkan agar klarifikasi dan pendalaman perkara berjalan efektif,” ujar Budi di Jakarta.

​Budi juga memberikan isyarat bahwa daftar pihak yang diamankan kemungkinan besar masih bisa berkembang. “Ada beberapa pihak yang masih diperlukan keterangannya. Kami berharap mereka memenuhi panggilan dan tidak mempersulit penyidikan,” tambahnya.

Maraton Pemeriksaan di Jakarta

​Iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan dari Jawa Tengah tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa malam. Setibanya di Gedung Merah Putih, 11 orang tersebut—termasuk Bupati Pekalongan—akan langsung menjalani pemeriksaan maraton.

​KPK kini berpacu dengan waktu. Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik memiliki waktu 1 \times 24 jam untuk membedah peran masing-masing pihak sebelum menentukan siapa yang akan menyandang status tersangka.

Sorotan pada Intensitas Penindakan 2026

​OTT Pekalongan ini kian menegaskan “taring” KPK di awal tahun 2026 yang kian tajam. Fokus penindakan yang merambah sektor pemerintah daerah, perpajakan, hingga aparat penegak hukum menunjukkan pola pembersihan besar-besaran yang dilakukan lembaga ini.

​Masyarakat kini menanti rilis resmi KPK yang akan mengungkap konstruksi perkara serta nominal barang bukti yang berhasil disita dalam operasi senyap di bulan Ramadhan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *