Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Akses Bandung-Prigi Trenggalek Lumpuh Total Akibat Longsor, Jalur Dialihkan ke JLS

9
×

Akses Bandung-Prigi Trenggalek Lumpuh Total Akibat Longsor, Jalur Dialihkan ke JLS

Sebarkan artikel ini

Akses Bandung-Prigi Lumpuh Total Akibat Longsor ( Basuki ajttv.com)

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur bagian selatan menyebabkan gangguan mobilitas yang serius. Hujan deras dengan durasi lebih dari lima jam memicu longsor besar yang memutus akses utama penghubung Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek, tepatnya di jalur Kecamatan Bandung menuju Kecamatan Watulimo, Sabtu (31/1).

​Jalur Vital Tertutup Lumpur Pekat

​Material longsor berupa lumpur tebal sepanjang 50 meter menutup seluruh badan jalan. Kondisi ini membuat kendaraan tidak dapat melintas sama sekali. Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa ketebalan material mencapai lebih dari setengah meter.

​”Untuk sementara akses putus total. Kami langsung berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat ke lokasi karena ini merupakan jalur vital bagi ekonomi dan mobilitas masyarakat Watulimo,” jelas Triadi.

​Dampak Pemukiman dan Pengalihan Arus

​Selain melumpuhkan jalan, longsor juga berdampak langsung pada pemukiman warga. Tercatat sebanyak enam rumah kemasukan material lumpur dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

​Bagi pengendara yang hendak menuju Kecamatan Watulimo atau kawasan wisata Prigi, petugas telah mengalihkan arus lalu lintas melalui ​Jalur Lintas Selatan (JLS) via Kecamatan Besuki, Tulungagung.

​Banjir di Gandusari Mulai Surut

​Selain titik longsor, BPBD juga melaporkan kejadian banjir luapan di ruas Jalan Raya Gandusari-Kampak, Desa Sukorejo. Meski sempat menghambat lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat, genangan air dilaporkan telah surut sepenuhnya pada Sabtu siang.

​Penanganan Cepat

​Pemerintah Kabupaten Trenggalek menargetkan proses pembersihan material longsor selesai pada malam ini agar aktivitas masyarakat kembali normal. Personel gabungan bersama relawan saat ini masih berjibaku di lapangan melakukan penyemprotan lumpur dan evakuasi material.

​Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng perbukitan diimbau untuk tetap waspada, mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat tingginya curah hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *