Foto : Screenshot akun tiktok Satpol pp Tulungagung
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Pesona Alun-Alun Tulungagung sebagai ruang publik ramah keluarga terusik. Jagat media sosial mendadak “panas” setelah sebuah unggahan viral mengungkap sisi gelap jantung kota yang diduga kerap dijadikan tempat mabuk-mabukan oleh oknum pekerja sewa mainan.
“Kerjaan Satpol PP Itu Apa?”
Kecaman keras meledak melalui akun Facebook Arga Tara di grup populer “WT Tulungagung”. Dengan nada geram, ia membagikan kesaksiannya melihat pemandangan tak elok di tengah malam.
”Setiap hari pasti mabuk di alun-alun, perilakunya juga meresahkan. Tidak peduli dilihat orang atau tidak. Semalam sekitar pukul 00.00 WIB saya melihat sendiri kondisinya seperti teler dan mondar-mandir,” tulisnya dalam unggahan yang langsung diserbu ratusan komentar warganet.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Sebagai pusat berkumpulnya anak-anak dan keluarga, keberadaan oknum mabuk dianggap merusak citra Tulungagung dan mengancam keamanan pengunjung. Bahkan, komentar pedas dari warganet lain ikut menyindir kinerja aparat penegak perda.
“Mungkin Satpol PP tugasnya hanya grebek orang iclik di kos-kosan dan hotel. Alun-alun tempat bermain anak-anak, kalau diisi orang-orang seperti ini sangat disayangkan,” tulis salah satu komentar warga yang merasa pengawasan di area vital tersebut masih sangat lemah.
Respons Kilat Usai Viral
Sadar akan bola panas yang menggelinding di masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tulungagung akhirnya bergerak cepat. Tak ingin isu ini semakin liar, petugas langsung melakukan penyisiran intensif di seluruh sudut Alun-Alun.
Hasilnya, petugas mendapati dua orang remaja yang kedapatan tengah asyik menenggak minuman keras (miras). Keduanya langsung diamankan ke kantor untuk diproses lebih lanjut.
Surat Pernyataan & Koordinasi Polisi
Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Tulungagung, Adi Fitra Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi bagi pelanggar ketertiban umum.
”Keduanya sudah kami minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Polsek Kota guna memperketat pengawasan di kawasan tersebut,” tegas Adi Fitra,Senin (30/3/2026).
Masyarakat kini berharap tindakan tegas ini bukan sekadar “reaksi sesaat” karena viral, melainkan awal dari pengawasan rutin yang lebih ketat agar Alun-Alun Tulungagung kembali menjadi ruang publik yang aman dan nyaman.












