Angin kencang akibatkan asbes rumah warga di Desa Ngentrong timpa motor (Ayu Np ajttv.com)
TRENGGALEK, AJTTV.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Trenggalek pada Sabtu (24/1/2026) berubah menjadi petaka. Angin kencang yang menderu sejak dini hari hingga siang tidak hanya meluluhlantakkan infrastruktur, namun juga memakan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan tewas tertimpa pohon saat melintas di jalan raya.
Bencana yang dipicu oleh dinamika atmosfer masa peralihan ini melanda beberapa wilayah diantaranya kecamatan Karangan, Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo.
Kesaksian Warga: “Asbes Berjatuhan, Kami Panik”
Ketegangan luar biasa dirasakan oleh warga, salah satunya Dewi, warga Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan. Meski tidak berada di titik terparah, ia menggambarkan betapa mencekamnya kekuatan angin kali ini.
“Anginnya sangat kencang, suaranya mengerikan. Kami sekeluarga sempat panik karena asbes rumah sampai terlepas dan berjatuhan ke tanah. Semua orang keluar rumah karena takut bangunan ambruk,” ungkap Dewi dengan raut cemas.
Korban Jiwa dan Kerusakan Masif
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa seorang pengendara motor bernama Suhadi (58) meninggal dunia di Desa Sukorame setelah tertimpa dahan pohon mahoni. Meski sempat dilarikan ke puskesmas, nyawa korban tidak tertolong akibat luka benturan yang parah.
Selain korban jiwa, dampak kerusakan yang tercatat meliputi Dua menara telekomunikasi setinggi 42 meter di Kecamatan Bendungan dan Watulimo roboh menghantam dapur serta kandang ternak warga.
Di ruas jalan Trenggalek-Ponorogo, pohon tumbang menimpa pikap dan memutus kabel telepon, menyebabkan kemacetan panjang.
Desa Sumurup menjadi salah satu titik terdampak dengan puluhan atap rumah warga yang terbang tersapu angin.
Imbauan BPBD: Waspada Siklon Tropis Luwana
Triadi menambahkan bahwa fenomena ini dipicu oleh Siklon Tropis Luwana yang membawa angin kencang dan hujan intensitas sedang di wilayah Jawa Timur. Tim TRC BPBD bersama TNI/Polri saat ini masih berjibaku di lapangan untuk membersihkan material pohon dan memulihkan akses jalan.
”Kami meminta masyarakat untuk benar-benar menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang melanda. Potensi cuaca ekstrem ini masih bisa terjadi secara tiba-tiba,” tegas Triadi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan di seluruh lokasi terdampak.












