Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

BADAI JUMAT KELABU: 82 Rumah Warga Tulungagung Rusak Parah dihantam Angin Kencang 

86
×

BADAI JUMAT KELABU: 82 Rumah Warga Tulungagung Rusak Parah dihantam Angin Kencang 

Sebarkan artikel ini

82 rumah warga Plosokandang mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap ( SUSANTO AJTTV.COM)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kepanikan melanda Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, saat umat Islam sedang khusyuk menunaikan Salat Jumat (21/11). Sekitar pukul 12.30 WIB, hujan yang awalnya turun ringan tiba-tiba disertai gemuruh angin kencang yang datang tak terduga.

​Badai singkat namun brutal itu seketika mengubah Plosokandang menjadi wilayah terdampak bencana. Data sementara menyebutkan, 82 rumah warga mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap.

​Atap Melayang, Salat Jumat Diwarnai Panik

​Menurut kesaksian warga, intensitas angin kencang itu datang begitu mendadak dan kuat. Banyak atap rumah—mulai dari genting, seng, hingga asbes—tercabut dan melayang diterjang hembusan angin. Bahkan, beberapa pohon besar tak kuasa menahan terpaan, mengakibatkan pohon tumbang yang menambah parah kerusakan.

​”Suara gemuruh angin terdengar dari berbagai arah. Warga sempat panik sekali karena kejadiannya sangat cepat, tepat di tengah waktu Salat Jumat,” tutur Rudi, anggota RNPB menjadi orang pertama menginformasikan kejadian ini.

​Informasi itu diteruskan oleh Susanto , disaster officier responses LMI melalui grup FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Tulungagung langsung ditanggapi cepat oleh TRC BPBD (Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tulungagung.

​Respons Kilat BPBD dan Solidaritas Warga

​Begitu mendapat laporan, tim TRC BPBD Tulungagung segera meluncur ke lokasi kejadian. Dalam hitungan jam, tim bekerja bahu-membahu bersama relawan dan warga setempat.

  • ​Asesmen Cepat: Tim segera mendata rumah-rumah yang rusak untuk mengidentifikasi tingkat kebutuhan.
  • ​Aksi Gotong Royong: Petugas dan warga langsung bergerak melakukan perbaikan darurat, memasang terpal, dan memotong batang-batang pohon tumbang yang menghalangi akses atau membahayakan keselamatan.
  • ​Bantuan Darurat: BPBD juga menyiapkan dan menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan terpal untuk menutup sementara atap rumah yang rusak, memastikan warga terdampak memiliki tempat berlindung yang layak.

​Kejadian Badai Jumat Kelabu ini menjadi pengingat betapa cepatnya bencana hidrometeorologi bisa terjadi. Namun, kecepatan respons tim BPBD dan semangat gotong royong warga Plosokandang menjadi harapan baru di tengah kerusakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *