Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Berkah Viral Macan Putih, Balongjeruk Kediri ‘Meledak’ Ekonomi, Warga Usulkan Car Free Day Permanen

62
×

Berkah Viral Macan Putih, Balongjeruk Kediri ‘Meledak’ Ekonomi, Warga Usulkan Car Free Day Permanen

Sebarkan artikel ini

Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tengah menikmati dampak luar biasa dari viralitas sebuah patung ( Lubis Murtono ajttv.com)

KEDIRI, AJTTV.COM — Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tengah menikmati dampak luar biasa dari viralitas sebuah patung. Patung Macan Putih yang sebelumnya menarik perhatian publik karena bentuknya yang unik, kini menjadi ikon pariwisata yang tak hanya mengubah wajah desa, tetapi juga memicu lonjakan ekonomi lokal secara drastis.

​Keramaian di sekitar patung kini menjadi berkah nyata, di mana lapak-lapak penjual makanan, suvenir, dan berbagai produk UMKM bermunculan bak jamur di musim hujan.

​Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyebut perbandingan kondisi desa saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah seperti “langit dan bumi”.

​”Sekarang banyak orang datang untuk melihat patung, foto-foto, dan itu membawa manfaat nyata, terutama bagi pedagang kaki lima dan UMKM,” ujar Safi’i, Minggu (4/1/2026).

UMKM Laris Manis, Manfaat Menyebar Lintas Desa

​Ikon baru ini berhasil menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar kota Kediri. Dampak ekonominya dirasakan luas. Pedagang kini tak hanya menjual makanan, tetapi juga produk-produk kreatif bertema Macan Putih, mulai dari gantungan kunci, kaos, hingga mainan.

​Menariknya, manfaat ini tidak hanya terbatas pada warga Balongjeruk, tetapi juga masyarakat dari desa-desa tetangga yang kini turut membuka lapak dagangan di sekitar lokasi.

​Melihat antusiasme ini, warga mulai berinisiatif menggelar berbagai kegiatan. Rencananya, kawasan patung Macan Putih akan menjadi lokasi rutin senam bersama tingkat umum setiap hari Minggu, ditambah rencana lomba melukis untuk anak-anak TK.

​Wacana Car Free Day Jadi Bukti Antusiasme

​Pemerintah Desa Balongjeruk kini bahkan mulai mewacanakan pembentukan Car Free Day (CFD) permanen di sekitar kawasan patung.

​Safi’i menjelaskan bahwa ide CFD muncul sebagai respons terhadap tingginya antusiasme masyarakat dan upaya untuk memaksimalkan potensi ekonomi kawasan tersebut. Namun, rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut, sambil melihat perkembangan dan masukan dari warga setempat, terutama RT 1 yang menjadi lokasi patung.

​Transformasi Balongjeruk menunjukkan bagaimana sebuah kreativitas sederhana dapat menjadi motor penggerak partisipasi warga dan kemajuan ekonomi, mengubah sebuah desa menjadi destinasi yang ramai dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *