Salah satu kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui Puskesmas Besuki untuk program kesehatan ibu dan anak / Sunari ajttv.com
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui Puskesmas Besuki terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2025 untuk program kesehatan ibu dan anak. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Kelas Ibu Hamil yang fokus pada peningkatan pengetahuan dan deteksi dini risiko kehamilan.
Kegiatan Kelas Ibu Hamil tersebut diselenggarakan di Dusun Kradenan, Desa Tulungrejo, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Besuki, pada hari Selasa, 11 November 2025.
Pentingnya Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan
Kepala Puskesmas Besuki, Muyati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya pencegahan stunting dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Besuki. Dana BOK menjadi penyokong utama untuk terlaksananya kegiatan edukatif dan promotif ini.
”Kelas Ibu Hamil ini sangat penting. Melalui Dana BOK, kami memastikan semua ibu hamil mendapatkan akses informasi yang benar dan pemeriksaan yang optimal, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih, seperti Dusun Kradenan ini,” ujar Muyati, Jumat (8/1/2026).
Materi dan Layanan yang Diberikan
Dalam kelas tersebut, para ibu hamil mendapatkan serangkaian edukasi dan pelayanan kesehatan komprehensif, meliputi:
- Gizi Ibu Hamil: Edukasi mengenai asupan gizi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang janin (sering disebut sebagai periode 1000 Hari Pertama Kehidupan).
- Tanda Bahaya Kehamilan: Pengetahuan tentang kapan harus segera mencari pertolongan medis (misalnya pre-eklampsia, pendarahan).
- Perawatan Kehamilan dan Persiapan Persalinan: Termasuk teknik relaksasi, senam hamil sederhana, dan persiapan menyusui eksklusif.
- Pemeriksaan Kesehatan: Dilakukan juga pemeriksaan rutin seperti pengukuran tekanan darah, status gizi, dan deteksi dini risiko kehamilan.
Muyati menambahkan bahwa kehadiran suami atau anggota keluarga dalam kelas ini juga didorong untuk memberikan dukungan psikologis yang maksimal kepada ibu hamil.
”Kami berharap, dengan intensifikasi kegiatan BOK seperti ini, kualitas kesehatan ibu hamil di Besuki semakin meningkat, risiko komplikasi berkurang, dan tercipta generasi baru yang bebas stunting,” tutup Muyati.












