Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Bupati Gatut Sunu Bidik Obligasi Daerah: Dobrakan Baru Biayai Pembangunan Tulungagung

24
×

Bupati Gatut Sunu Bidik Obligasi Daerah: Dobrakan Baru Biayai Pembangunan Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Bupati Gatut Sunu di acara sarasehan Kebangsaan/ Kuswanto ajttv.com

SURABAYA, AJTTV.COM – Tak ingin hanya berpangku tangan pada kucuran dana APBD dan pusat, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mulai melirik skema pembiayaan inovatif untuk mempercepat pembangunan daerah. Didampingi Pj. Sekda Soeroto, S.Sos., M.M., Bupati menghadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Hotel Wyndham Surabaya, Kamis (5/2).

​Dukungan Pusat untuk “Dompet” Daerah

​Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hingga Ketua Badan Anggaran MPR RI, Melchias Markus Mekeng. Tema yang diangkat sangat krusial bagi masa depan ekonomi daerah: “Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan dan Instrumen Investasi Publik.”

​Obligasi daerah sendiri merupakan instrumen “pinjaman” yang dikeluarkan pemerintah daerah melalui pasar modal untuk membiayai proyek infrastruktur atau layanan publik yang mendesak.

​Strategi Keluar dari Zona Nyaman Pembiayaan

​Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam forum strategis ini bukan sekadar formalitas. Ia menilai Tulungagung butuh ruang inovasi pembiayaan yang lebih segar, transparan, dan berkelanjutan.

​”Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang inovasi pembiayaan yang kredibel. Obligasi daerah bisa menjadi solusi alternatif yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah dan masyarakat investor,” tegas Bupati Gatut Sunu.

Sinergi untuk Pembangunan Mandiri

​Dalam diskusi tersebut, para kepala daerah dan pakar keuangan membahas bagaimana obligasi daerah bisa menjadi instrumen investasi bagi publik. Artinya, warga Tulungagung sendiri nantinya bisa ikut “berinvestasi” membiayai pembangunan di tanah kelahirannya melalui kepemilikan obligasi tersebut.

​Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pasar keuangan diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi dalam penyediaan dana infrastruktur skala besar. Langkah berani Bupati Gatut Sunu ini dipandang sebagai upaya “menjemput bola” demi meningkatkan kualitas layanan publik di Tulungagung agar lebih melesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *