Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Darurat Kecelakaan Pelajar di Tulungagung: 348 Insiden dalam 3 Bulan, 21 Jiwa Melayang

20
×

Darurat Kecelakaan Pelajar di Tulungagung: 348 Insiden dalam 3 Bulan, 21 Jiwa Melayang

Sebarkan artikel ini
Foto : Kurangnya kewaspadaan serta kebiasaan berangkat sekolah yang terburu-buru membuat kelompok usia pelajar menyumbang angka kecelakaan tertinggi di Tulungagung ( Dok. Ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTVMCOM — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tulungagung kian memprihatinkan. Satlantas Polres Tulungagung mencatat ada 348 kasus kecelakaan yang terjadi hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Mirisnya, mayoritas korban maupun pelaku didominasi oleh kelompok usia pelajar.

​Dari total peristiwa tersebut, tercatat 21 orang meninggal dunia, 682 orang mengalami luka ringan, dan total kerugian material menembus angka Rp346 juta.

Baca Juga : Sakit Hati Mantan Istri Diselingkuhi, Pria di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

​KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin, mengonfirmasi bahwa dari data insiden yang terkumpul, kelompok anak muda usia sekolah menjadi penyumbang terbanyak.

​”Berdasarkan data, kelompok usia pelajar mendominasi kasus kecelakaan di Tulungagung. Kelompok usia pelajar yang terlibat kecelakaan mencapai 204 orang, diikuti kelompok usia produktif sebanyak 141 orang, dan lansia 112 orang,” terang Iptu Zainudin, Rabu (9/8/2026).

​Ia menambahkan, mayoritas insiden justru terjadi di jalur kawasan pemukiman atau jalan desa, dengan total mencapai 282 kasus.
​Faktor Penyebab: Emosi Belum dan Laju Kendaraan Tinggi

Baca Juga : Jalan Lingkar Waduk Wonorejo Tulungagung Rusak Parah, Ormas Desak Perbaikan Segera dan Izin Kemenhut

​Polisi menilai human error menjadi penyebab utama maraknya kecelakaan di jalan. Khusus untuk kalangan pelajar, tingkat kesadaran, kewaspadaan, serta kontrol emosi saat memegang kendali kendaraan dinilai masih sangat rendah.

​Gaya hidup dan kebiasaan buruk harian juga turut memperbesar risiko bahaya. “Faktor lain yang memicu adalah kebiasaan berangkat sekolah yang terlalu mepet dengan waktu masuk. Hal ini membuat para pelajar berkendara terburu-buru dan memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi,” tegas Zainudin.

Baca Juga : Diduga Dipicu Obat Kuat, Pria Lansia di Kedungwaru Tulungagung Ditemukan Tewas Tak Berbusana dalam Kos

​Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama para orang tua dan pelajar, untuk lebih disiplin serta mengutamakan keselamatan saat berkendara demi menekan angka fatalitas di jalan raya.