Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung,Program Makan Bergizi Dihentikan Sementara

2
×

Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung,Program Makan Bergizi Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

————– Ilustrasi MBG

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan siswa di SMKN 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, justru berujung pilu. Sebanyak 123 siswa dan sejumlah guru dilaporkan mengalami gejala diare massal setelah menyantap menu makan siang pada Senin (19/1/2026).

​Insiden ini mulai terkuak pada Selasa pagi (20/1/2026), saat pihak sekolah dikejutkan dengan banyaknya siswa yang bolak-balik ke toilet dan puluhan lainnya absen karena sakit perut.

Gejala Muncul Tengah Malam

​Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu, Yuga Hermawan, mengungkapkan bahwa dirinya pribadi juga menjadi korban. Gejala sakit perut mulai dirasakan sekitar 12 jam setelah mengonsumsi menu MBG.

​”Awalnya kami kira masalah kedisiplinan karena banyak siswa terlambat masuk kelas. Ternyata mereka harus antre di toilet karena diare. Diperkirakan 80 persen siswa merasakan gejala tersebut, dan sekitar 70 anak tidak masuk sekolah hari ini,” papar Yuga.

​Kondisi darurat ini membuat pihak sekolah mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh porsi makanan yang sudah tiba di sekolah pada hari Selasa untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.

Satgas Percepatan MBG Turun Tangan

​Sekretaris Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Sonny Welly, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung dan Dinas Kesehatan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan intensif.

​”Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan. Dugaan sementara mengarah pada menu MBG yang dikemas pada 19 Januari. Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pastinya,” ujar Sonny.

Legalitas Penyuplai Disorot

​Di sisi lain, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai sekolah tersebut sebenarnya memproduksi hingga 2.819 porsi setiap hari.

​Namun, terungkap fakta bahwa meski sudah beroperasi hampir dua bulan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) unit tersebut masih dalam proses pengajuan. Saat ini, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara menunggu hasil evaluasi SOP memasak, pengemasan, dan hasil uji laboratorium.

Pemantauan Kondisi Siswa

​Hingga Selasa sore, dilaporkan tidak ada korban yang sampai menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun, puskesmas di sekitar tempat tinggal siswa telah disiagakan untuk mengantisipasi adanya keluhan lanjutan.

​Kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi pelaksanaan program MBG di Tulungagung agar aspek keamanan dan kebersihan pangan benar-benar menjadi prioritas utama sebelum didistribusikan ke ribuan siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *