Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Tulungagung. Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang pada Kamis (1/1) / Istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Tulungagung. Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang pada Kamis (1/1) sore pukul 17.00 WIB, menyebabkan sedikitnya 51 rumah warga mengalami kerusakan ringan yang tersebar di empat kecamatan sekaligus.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmadji, Jumat (2/1/2026), mengungkapkan bahwa timnya bergerak cepat untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan darurat di wilayah terdampak.
”Dampak angin kencang tercatat terjadi di empat kecamatan, yakni Besuki, Bandung, Kalidawir, dan Tanggunggunung,” kata Sudarmadji.
Besuki dan Tanggunggunung Jadi Fokus Kerusakan
Dari total 51 rumah yang terdampak, Kecamatan Besuki dan Tanggunggunung menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan tertinggi. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap, yang terbuat dari genteng dan asbes, yang terlepas akibat terempas angin.
Rincian kerusakan rumah di empat kecamatan tersebut adalah:
Kecamatan Besuki: 30 rumah rusak di Desa Besole.
Kecamatan Tanggunggunung: 15 rumah rusak (3 rumah di Desa Ngrejo dan 12 rumah di Desa Tenggarejo).
Kecamatan Kalidawir: 4 rumah rusak di Desa Kalibatur.
Kecamatan Bandung: 2 rumah rusak di Desa Suruhan Lor.
Penanganan Cepat: Terpal dan Sembako Disalurkan
Sudarmadji menjelaskan, hingga Jumat pagi, BPBD telah menyelesaikan asesmen awal terhadap 26 rumah dan sisanya masih dalam proses pendataan lanjutan oleh petugas di lapangan. Pendataan ini penting sebagai dasar pengusulan bantuan perbaikan yang lebih komprehensif.
Sebagai tindakan penanganan cepat dan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa terpal dan sembako kepada keluarga terdampak.
”Terpal digunakan untuk menutup bagian atap rumah yang rusak guna mencegah kebocoran saat hujan susulan. Penanganan saat ini masih bersifat sementara, dan bantuan lanjutan akan diusulkan setelah asesmen selesai,” ujar Sudarmadji.
BPBD Tulungagung mengimbau agar masyarakat di seluruh wilayah Tulungagung tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang, dan segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan yang terjadi kepada petugas setempat agar dapat segera ditangani.












