Puting Beliung Obrak-abrik Atap Madrasah dan Rumah Warga di Gesikan Tulungagung/ Istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (29/1/2026) sore, Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, diterjang angin puting beliung yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah hunian warga dan fasilitas pendidikan.
Meski fenomena ini berlangsung singkat, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan. Tercatat delapan rumah warga dan satu bangunan Madrasah mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Pakel, AKP Anwari, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Angin kencang menyapu wilayah Dusun Krajan dengan durasi total sekitar 10 menit, namun puncak kerusakan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
”Puncak terjangan angin yang paling merusak itu sekitar 5 menit. Material atap seperti genteng dan asbes rontok berhamburan,” ungkap AKP Anwari saat dikonfirmasi pada Kamis malam.
Berdasarkan data di lapangan, kerusakan terpusat di dua titik, yakni RT 01 RW 04 dan RT 02 RW 03. Salah satu bangunan yang terdampak paling parah adalah Madrasah Istiqomah, di mana sedikitnya 100 buah genteng porak-poranda diterjang angin.
Respon Cepat dan Bantuan Darurat
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihak Kepolisian bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Tulungagung langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu warga membersihkan puing-puing.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan bantuan darurat berupa terpal untuk menutupi atap yang bocor.
”Kami kirimkan bantuan dasar seperti terpal agar rumah warga tetap bisa dihuni sementara waktu. Kami juga tengah melakukan asesmen rinci terkait total kerugian material,” kata Sudarmaji.
Potensi Perbaikan Rumah
Terkait langkah jangka panjang, Sudarmaji menambahkan bahwa jika ditemukan kerusakan berat seperti bangunan roboh, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
”Jika bantuan melampaui kapasitas BPBD, kami akan koordinasikan untuk program bedah rumah. Kami meminta pihak desa proaktif mengusulkan kebutuhan para korban,” imbuhnya.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat Tulungagung untuk tetap waspada. Mengingat potensi angin kencang dan hujan lebat masih diprediksi akan terjadi hingga akhir Januari 2026. Warga diminta segera berlindung di bangunan yang kokoh jika melihat tanda-tanda awan gelap pekat disertai angin kencang.












