Tradisi Nyekar Warga Tulungagung Sambut Ramadhan 1447 H ( anang Yulianto ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Semilir angin sore di Pemakaman Umum Desa Besuki Kecamatan Besuki Tulungagung terasa berbeda pada Sabtu (14/02/2026). Ratusan warga mulai memadati area pemakaman, membawa keranjang bunga dan air mawar. Inilah potret tradisi Nyekar, ritual sakral masyarakat Tulungagung yang tak luntur ditelan zaman meski kini telah memasuki tahun 2026.
Simbol Pembersihan Hati
Bagi masyarakat Bumi Marmer, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tapi juga soal menyambung silaturahmi dengan mereka yang telah tiada. Di sela-sela nisan yang mulai bersih dari rumput liar, terlihat Tri Utami (58), warga asal Serut yang sengaja datang ke Desa Besuki untuk berziarah ke makam keluarga besarnya.
Dengan telaten, Tri mencabuti rumput liar sebelum menaburkan bunga setaman dan menyiramkan air mawar di atas pusara.
”Nyekar ini sudah jadi kewajiban batin setiap tahun. Sebelum kita puasa dan fokus ibadah, kita ‘sowan’ dulu ke orang tua dan leluhur. Bersihkan makamnya, kirim doa, supaya hati kita juga ikut bersih menyambut bulan suci,” ujar Tri Utami sembari memegang buku Yasin.
Antara Nyekar, Megengan, dan Filosofi Apem
Tradisi di Desa Besuki ini merupakan bagian dari rangkaian besar penyambutan Ramadhan 1447 H. Di Tulungagung, Nyekar biasanya diikuti dengan tradisi Megengan. Sajian khas berupa Kue Apem—yang berasal dari kata bahasa Arab Afwun (ampunan)—menjadi simbol permohonan maaf kepada sesama dan Sang Pencipta.
Puncak keramaian Nyekar diprediksi akan terus berlangsung hingga Selasa mendatang, mengingat 1 Ramadhan 1447 H versi Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara Pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat pada 17 Februari.
Geliat Ekonomi Lokal
Tak hanya soal religi, tradisi ini juga membawa berkah bagi warga lokal. Penjual bunga dadakan dan pembersih makam musiman tampak memenuhi pintu masuk pemakaman . Harum bunga mawar, melati, dan kenanga seolah menjadi aroma khas yang menandakan bulan penuh ampunan sudah di depan mata.












