Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Hilang Empat Hari, Mbah Mi Kembali ke Rumah Tulungagung Setelah Sempat Kehilangan Barang di Blitar

6
×

Hilang Empat Hari, Mbah Mi Kembali ke Rumah Tulungagung Setelah Sempat Kehilangan Barang di Blitar

Sebarkan artikel ini

Mbah Mi Kembali ke Rumah Tulungagung Setelah hilang empat hari (Heru Susanto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suyatemi (70), atau yang akrab disapa Mbah Mi, warga Dusun Tapan, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, akhirnya kembali berkumpul bersama keluarga pada Sabtu (31/1/2026). Di balik hilangnya sang nenek selama empat hari, tersimpan cerita perjuangan yang menyentuh hati.

​Kehilangan Barang Saat Berada di WC Terminal

​Cucu Mbah Mi, Dicky Alvando (24), menceritakan bahwa neneknya menempuh perjalanan yang cukup jauh hingga sampai ke Kota Blitar. Berdasarkan penuturan sang nenek, Mbah Mi baru menyadari keberadaannya saat bus yang ia tumpangi tiba di tujuan akhir, yakni Terminal Blitar.

​Namun, saat berada di lingkungan terminal, Mbah Mi mengalami musibah. “Nenek sempat kehilangan tas kantongnya saat berada di area WC terminal. Isinya pakaian dan uang tunai sebesar Rp2.000.000,” terang Dicky saat memberikan keterangan. Kejadian tersebut membuat Mbah Mi seketika merasa linglung dan kebingungan karena tidak lagi memiliki perbekalan maupun biaya untuk pulang ke Tulungagung.

​Diselamatkan oleh Penumpang yang Iba

​Dalam kondisi bingung di terminal, nasib baik mempertemukan Mbah Mi dengan seorang penumpang lain. Melihat Mbah Mi yang tampak sangat kesulitan, orang tersebut merasa iba dan memutuskan untuk membawa Mbah Mi ke rumahnya.

​”Nenek akhirnya menginap di rumah warga yang menolong tersebut selama kurang lebih empat hari. Beliau dirawat dengan sangat baik di sana,” kata Dicky.

​Pulang dan Bayar Ojek di Rumah

​Pada Sabtu pagi, penghuni rumah yang menolong Mbah Mi membantu mengantarkannya kembali ke bus arah Tulungagung. Setibanya di selatan Jembatan Ngujang 1, Mbah Mi turun dan melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Desa Tapan menggunakan jasa ojek.

​”Karena tidak membawa uang sepeser pun akibat kehilangan barang di Blitar, nenek meminta kepada tukang ojek untuk membayar ongkos setibanya di rumah (sistem COD). Begitu sampai, kami langsung menyambut nenek dan melunasi biayanya,” ungkap Dicky lega.

​Apresiasi dari Keluarga

​Dicky dan keluarga besar menyatakan rasa syukur yang sedalam-dalamnya atas kembalinya Mbah Mi dalam kondisi sehat. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada sosok penyelamat di Blitar yang telah tulus membantu sang nenek selama masa sulit tersebut.

​”Kami sangat bersyukur nenek sehat. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dan membantu hingga nenek bisa kembali ke rumah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *