Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Ibu Tiri di Sukabumi Buka Suara: Sebut Kematian NS Akibat Leukemia Autoimun, Bukan Penganiayaan

5
×

Ibu Tiri di Sukabumi Buka Suara: Sebut Kematian NS Akibat Leukemia Autoimun, Bukan Penganiayaan

Sebarkan artikel ini

Kondisi NS saat masih hidup dan dibawa ke rumah sakit, tubuhnya penuh luka dan melepuh. (Instagram)

SUKABUMI, AJTTV.COM – TR (47), ibu tiri dari NS (13), bocah laki-laki yang meninggal dengan kondisi tubuh penuh luka misterius di RSUD Jampangkulon, akhirnya memberikan klarifikasi mendalam. Di tengah gelombang tudingan penganiayaan yang viral di media sosial, TR secara tegas membantah telah melakukan kekerasan dan menyebut kematian sang anak disebabkan oleh faktor medis serius.

​Klarifikasi ini muncul setelah video kondisi terakhir NS yang memprihatinkan beredar luas, memicu kemarahan netizen yang menduga adanya aksi penyiraman air panas dan perundungan.

Dalih Penyakit Darah dan Efek Panas Dalam

​TR mengeklaim bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, NS didiagnosa menderita penyakit kanker darah jenis Leukemia Autoimun. Terkait luka melepuh yang tampak pada wajah dan tubuh korban, TR berdalih hal itu merupakan komplikasi medis, bukan bekas luka bakar.

​”Iya, itu sakit saja. Kalau kemarin dari hasil BAP di Polsek, anak itu didiagnosa kanker darah, Leukemia Autoimun. Jadi luka melepuh itu akibat dari panas dalam karena penyakit tersebut,” ujar TR, Sabtu (21/02/2026).

Menepis Narasi Video “Minum Air Panas”

​Menanggapi video viral di mana NS tampak mengangguk saat ditanya apakah pernah dipaksa meminum air panas, TR memberikan pembelaan. Ia menyebut bahwa saat itu NS sudah dalam kondisi kritis dan tidak sadar sepenuhnya.

​TR juga menjelaskan bahwa rintihan ‘Mamah’ yang diucapkan NS di ranjang rumah sakit adalah panggilan agar dirinya menjelaskan kondisi yang sebenarnya, bukan bentuk ketakutan atau pengaduan.

​”Bapaknya langsung video dan dikirim ke guru ngaji, lalu diteruskan ke pihak lain. Akhirnya anak diinterogasi untuk mengaku ini-itu padahal dalam keadaan kritis. Akhirnya oleh netizen ‘digoreng’ seperti itu,” ungkapnya.

Klaim Kasih Sayang Sejak Kelas 3 SD

​TR yang menikah dengan ayah kandung NS pada tahun 2023 ini menegaskan bahwa dirinya telah merawat NS dengan penuh kasih sayang jauh sebelum isu ini muncul. Ia menampik semua tudingan miring dengan mengungkit pengabdiannya selama ini.

​”Saya yang mengurus semuanya dari kelas 3 SD. Dari tidak bisa baca, tidak bisa ngaji, saya yang mengurus. Saya yang mencuci bajunya, saya tahu perkembangannya. Kalau saya kejam, mungkin anak itu sudah meninggal dari dulu,” tegas TR.

Pasrah pada Hasil Autopsi

​Meskipun hasil pemeriksaan awal tim medis menemukan luka bakar fisik serta pembengkakan pada jantung dan paru-paru, TR menyatakan tetap pada keterangannya bahwa itu adalah murni penyakit. Saat ini, ia mengaku pasrah dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

​”Saya pasrah saja, Allah Yang Maha Tahu. Kalau aturan manusia bisa diubah, tapi aturan Allah tidak bisa. Mudah-mudahan kebenaran segera diperlihatkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *