A. Shofiyulloh (bertopi), Ketua Kloter 110 Kabupaten Kediri, saat bersama jemaah haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (Foto: dok. Shofiyulloh)
KEDIRI, AJTTV.COM – Sejumlah jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 110 Kabupaten Kediri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa batuk dan pilek selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Kondisi tersebut dikarenakan cuaca di wilayah Arab Saudi yang sangat panas, mencapai suhu lebih dari 40 derajat Celsius.
Ketua Kloter 110 Kabupaten Kediri, A. Shofiyulloh, Selasa, 2 Juni 2026 menjelaskan bahwa keluhan yang dialami jemaah masih dalam kategori ringan dan terus dipantau oleh petugas kesehatan. Sehingga jemaah tetap dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan baik meskipun mengalami batuk pilek.
“Kondisi jemaah saat ini terpantau baik-baik saja, walaupun ada beberapa jemaah yang sedikit terserang flu dan batuk. Kita memaklumi juga karena kondisi di Makkah saat ini cuacanya sangat panas sekitar 40 derajat lebih atau sekitar 42-42 derajat Celsius,” ujarnya.
Baca Juga : Menyingkap Jaringan Mafia Haji 2026: Modus Jadi Petugas Haji, Apakah Pegawai Kemenhaj Terlibat?
Seluruh jemaah haji kloter 110 asal Kabupaten Kediri saat ini telah berada di Makkah dan telah melakukan rangkaian ibadah Tawaf Ifadah. Pelaksanaan tawaf dilakukan serentak oleh seluruh jemaah, mulai dari menjelang Maghrib hingga hampir dinihari.
Shofiyulloh menambahkan suasana di Masjidil Haram, Makkah saat ini dalam kondisi sangat padat, karena hampir semua jemaah ingin segera menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Yaitu dengan melaksanakan Tawaf Ifadah yang dilanjutkan dengan Sa’i, serta ditutup dengan Tahallul Tsani.
Baca Juga : Kejari Kota Kediri Musnahkan Barang Bukti dari 28 Perkara Hukum
Menjelang keberangkatan dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji, seluruh jemaah diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. “Kami meminta jemaah menjaga pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan,” ucapnya.
Selain itu, jemaah juga diingatkan agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebih, mengingat perjalanan ibadah masih akan berlanjut. Petugas kesehatan kloter terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah, guna memastikan seluruh jemaah tetap dalam keadaan sehat hingga kembali ke tanah air.












