TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Insiden kebakaran melanda gedung Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung yang berlokasi di Kecamatan Kedungwaru, Sabtu (24/1/2026) pagi. Api diduga kuat berasal dari kegagalan sistem kelistrikan pada perangkat telekomunikasi kantor setempat.
Meski masuk dalam kategori skala kecil, lokasi kejadian yang merupakan objek vital pelayanan publik membuat petugas pemadam kebakaran bergerak ekstra cepat guna mencegah api merembet ke ruang arsip lainnya.
Kronologi Kebakaran Dinkes Tulungagung
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Titik api pertama kali muncul dari Box PHBX yang berfungsi sebagai panel pembagi telepon seluler. Percikan api akibat korsleting listrik tersebut dengan cepat menyambar lemari dan tumpukan berkas yang berada di dekat instalasi kabel.
Saksi mata di lokasi, Parni, staf bagian umum, segera melaporkan kejadian tersebut ke mako Damkar saat asap mulai memenuhi ruangan.
Respons Cepat 8 Menit Tim Damkar
Laporan resmi diterima tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung pada pukul 08.04 WIB. Menyadari risiko besar pada gedung pemerintahan, petugas langsung meluncur dan tiba di lokasi hanya dalam waktu 8 menit.
Untuk menjinakkan api, Dinas Damkarmat mengerahkan kekuatan penuh yang terdiri dari 1 Armada Damkar Matra,1 Tangki Suplai Air dan 1 Mobil Rescue
Petugas di lokasi, termasuk Kasi Dalops dan Kasi Penyelamatan, bekerja sama dengan Polsek Kedungwaru untuk mengisolasi area agar operasional dinas tidak terganggu total.
Kerugian Materiil Mencapai Rp25 Juta
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
”Berdasarkan pendataan awal, kerugian meliputi kerusakan Box Panel PHBX, lemari, dan sejumlah berkas kantor. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp25.000.000,” jelas Kasi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso
Petugas mengimbau agar setiap kantor dinas melakukan pengecekan rutin pada box panel dan instalasi listrik lama untuk menghindari risiko serupa di masa mendatang.












