Petugas kesehatan memeriksaan jenazah seorang karyawan SPPG yang ditemukan meninggal di tempat kerjanya. (Istimewa)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suasana kerja di Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, berubah menjadi duka pada Rabu (21/1/2026) pagi. Seorang karyawan muda berinisial AAD (22) ditemukan meninggal dunia di dalam ruang admin lantai dua gedung setempat.
Korban yang merupakan warga Dusun Kates, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu tersebut ditemukan pertama kali oleh rekan kerjanya sekitar pukul 05.00 WIB dalam kondisi tak bernyawa.
Kronologi Penemuan
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat salah satu saksi bernama Toton Safi’i mencoba membangunkan korban yang dikira tengah tertidur. Namun, saat itu korban tidak memberikan respons sama sekali.
”Sekitar 20 menit kemudian, saksi lain bernama Mujiono kembali mencoba membangunkan korban. Saat itulah mereka menyadari bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” terang AKP Ryo.
Pihak yayasan segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Boyolangu. Tak berselang lama, Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung bersama tim medis Puskesmas Boyolangu tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan fisik pada jenazah.
Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi memastikan tidak ditemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh pemuda tersebut.
”Indikasi awal, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung secara mendadak. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang kami temukan di tubuh korban,” tambah Kasatreskrim.
Keluarga Menolak Autopsi
Meskipun pihak keluarga menyebut bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya, mereka menyatakan telah ikhlas menerima musibah ini sebagai takdir. Keluarga korban juga secara resmi menolak dilakukan proses visum maupun autopsi lebih lanjut.
”Karena pihak keluarga menolak autopsi, kami menghormati keputusan tersebut. Jenazah telah kami serahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan di desa asal,” pungkas AKP Ryo.
Kini, operasional di lokasi kejadian telah kembali normal setelah proses evakuasi dan olah TKP selesai dilakukan oleh petugas kepolisian.












