Scroll untuk baca artikel
BERITA NASIONALBERITA TERBARU

Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi, Eks Napiter JAD Bebas dari Lapas Tulungagung Usai Ikrar NKRI

3
×

Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi, Eks Napiter JAD Bebas dari Lapas Tulungagung Usai Ikrar NKRI

Sebarkan artikel ini

Eks Napiter JAD Bebas dari Lapas Tulungagung Usai Ikrar NKRI/ ist

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Sebuah lembaran baru dimulai bagi WD, pria asal Gowa, Sulawesi Selatan. Mantan narapidana terorisme (napiter) yang sempat tergabung dalam jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) ini resmi menghirup udara bebas dari Lapas Kelas IIB Tulungagung, Selasa (19/3/2024).

​Kebebasan WD bukan sekadar penyelesaian masa hukuman, melainkan buah dari langkah besarnya kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkat ikrar setia yang diucapkannya pada akhir Februari lalu, WD berhak mendapatkan remisi susulan yang memangkas masa tahannya selama tiga bulan.

Perubahan Perilaku di Balik Jeruji

​Kepala Seksi Binadik Giatja Lapas Tulungagung, Rizal Arbi Fanani, mengungkapkan bahwa transformasi WD terlihat nyata selama menjalani masa pembinaan. Jika sebelumnya ia cenderung tertutup, pasca-ikrar setia, WD bertransformasi menjadi sosok yang lebih hangat.

​”Setelah berikrar, yang bersangkutan mampu membaur, bersosialisasi dengan warga binaan lain, serta aktif mengikuti program pembinaan. Perubahan perilaku ini menjadi salah satu pertimbangan utama pemberian remisi,” jelas Rizal, Kamis (21/3/2024).

Kepulangan dengan Pengawalan Ketat

​Meski telah dinyatakan bebas murni setelah mendapatkan akumulasi remisi Idulfitri dan Hari Kemerdekaan 2023, proses kepulangan WD tetap dalam pengawasan negara. Pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjemput langsung WD untuk diantar kembali ke kampung halamannya di Makassar.

​Perjalanan pulang tersebut turut didampingi oleh aparat TNI dan Polri guna memastikan transisi WD dari lapas menuju lingkungan masyarakat berjalan aman dan kondusif.

​Harapan Reintegrasi Sosial

​Pihak Lapas Tulungagung berharap proses deradikalisasi yang telah dilalui WD dapat menjadi modal utama bagi dirinya untuk diterima kembali oleh masyarakat.

​”Kami berharap setelah mengikuti program pembinaan, WD dapat kembali bersosialisasi dengan normal dan memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Rizal.

Kebebasan WD menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara Lapas, Densus 88, dan BNPT dalam membina warga binaan agar terlepas dari ideologi radikal dan kembali mencintai tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *