Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Ketua DPRD Trenggalek Tegaskan Pembangunan ‘Kota Atraktif’ Harus Inklusif: Satu untuk Semua!

6
×

Ketua DPRD Trenggalek Tegaskan Pembangunan ‘Kota Atraktif’ Harus Inklusif: Satu untuk Semua!

Sebarkan artikel ini

Ketua DPRD Trenggalek hadiri forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren) 2026 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha (ayu np ajttv.com)

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah ke depan harus bersifat inklusif dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disampaikan Doding sebagai komitmen legislatif dalam memastikan pembangunan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga nilai keadilan sosial.

​Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren) 2026 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (26/2/2026)

​Visi ‘One For All’ untuk Trenggalek

​Doding menjelaskan bahwa tema besar pembangunan Trenggalek tahun 2026-2027 adalah mewujudkan “Kota Atraktif”. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa kota yang menarik haruslah kota yang bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk kelompok yang selama ini sering terpinggirkan.

​“Pembangunan atraktif ini harus inklusif, harus one for all. Satu untuk semua, semua untuk satu. Artinya pembangunan itu harus merangkum aspirasi seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek, mulai dari perempuan, anak-anak, hingga rekan-rekan disabilitas,” tegas Doding.

​Infrastruktur yang Ramah dan Nyaman

​Sebagai pimpinan legislatif, Doding memastikan DPRD akan terus mengawal alokasi anggaran pada sektor strategis yang berdampak langsung pada publik. Ia menekankan bahwa ruang publik yang dibangun harus memiliki aksesibilitas yang baik.

​Sejumlah proyek prioritas yang menjadi sorotan antara lain penataan alun-alun, pembangunan jalur pedestrian (pedestrian track), hingga pengembangan kawasan wisata seperti Goa Lowo dan Pantai Simbaronce.

​“Kota atraktif itu ya kota yang menarik dan punya daya tarik. Tapi menarik saja tidak cukup, harus nyaman dan bisa diakses semua kalangan. Inilah yang akan menciptakan rasa bangga warga terhadap daerahnya,” ujarnya.

​Perencanaan dari Bawah (Bottom-Up)

​Doding menekankan bahwa DPRD mendorong model perencanaan yang partisipatif. Ia memastikan setiap kebijakan pembangunan harus melalui proses jaring aspirasi yang kuat dari tingkat bawah.

​“Pembangunan tidak bisa hanya berdasarkan keinginan top-down atau keinginan pimpinan semata. Kita harus menjaring aspirasi dari bawah, termasuk melalui forum Musrena Keren ini. Inilah semangat gotong royong dalam membangun daerah,” pungkasnya.

​Dengan pengawasan dari DPRD, diharapkan visi Kota Atraktif 2026 benar-benar menjadi milik bersama dan menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Trenggalek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *