Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Kisah di Balik Jas Hujan Hijau Fosfor: Dedikasi Polantas Trenggalek di Tengah Gerimis

98
×

Kisah di Balik Jas Hujan Hijau Fosfor: Dedikasi Polantas Trenggalek di Tengah Gerimis

Sebarkan artikel ini

Petugas Satlantas Polres Trenggalek sedang menjalankan tugas mengatur arus lalu lintas  / ist

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Selasa (11/11) sore itu, langit Trenggalek menggelayut kelabu, menumpahkan gerimis tipis yang perlahan membasahi aspal di ruas jalan Sokarho-Hatta hingga Panglima Sudirman. Bagi sebagian besar warga, hujan adalah isyarat untuk mencari tempat berteduh. Namun, bagi anggota Satlantas, itu adalah panggilan tugas yang tak bisa ditunda.

​Di bawah rintik hujan, sosoknya tetap tegak berdiri. Jas hujan berwarna hijau fosfor yang kontras dengan mendung seolah menjadi penanda kesiapan. Senter lalu lintas di tangannya sesekali diayunkan, memberi isyarat pasti kepada kendaraan yang melintas. Air menetes dari topi dan sesekali mengenai wajahnya, namun fokusnya tak bergeser dari arus lalu lintas yang padat, terutama jam kepulangan sekolah.

​”Rasa dingin sudah pasti terasa, apalagi kalau gerimisnya lama,” ujar salah satu anggota Satlantas saat ditemui di sela-sela bertugas. “Tapi ini bukan soal nyaman atau tidak nyaman. Ini soal tanggung jawab.”

​Sebagai anggota Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek, ia menyadari betul bahwa kehadirannya sangat krusial, terutama di titik-titik rawan kemacetan atau persimpangan padat. Justru saat cuaca buruk, risiko kecelakaan bisa meningkat, dan pengendara cenderung terburu-buru. Kehadiran Polantas seperti dirinya berfungsi ganda: sebagai pengatur dan pengingat keselamatan.

​”Kalau kami ikut berteduh, siapa yang akan memastikan anak-anak sekolah menyeberang dengan aman? Siapa yang melancarkan arus saat kendaraan menumpuk karena pengemudi melambat di tengah hujan?” tanyanya retoris, menunjukkan kepedulian yang mendalam.

​Instruksi tegas dari pimpinan, Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki dan Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, untuk selalu siap siaga dalam kondisi cuaca apa pun, telah tertanam kuat. Perlengkapan seperti jas hujan dan sepatu boot bukan sekadar inventaris, melainkan ‘amunisi’ wajib demi kelancaran pelayanan.

​”Melihat warga yang tersenyum lega karena bisa melintas tanpa hambatan, atau melihat anak-anak berterima kasih setelah kami bantu menyeberang, itu sudah lebih dari cukup membayar dingin yang kami rasakan,” katanya, menunjukkan senyum tulus yang tersirat di balik helm dan jas hujan.

​Aksi tanpa pamrih para Polantas ini, yang tetap berdiri tegak demi mewujudkan Keamanan, Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di tengah guyuran hujan, menjadi potret nyata dari filosofi yang mereka pegang teguh: Polri Hadir untuk Masyarakat, tidak peduli seburuk apa pun cuaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *