Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki memimpin penanaman jagung serentak 2026 sebagai langkah strategis swasembada pangan di tengah ketidakpastian geopolitik dunia/ Ist
TRENGGALEK, AJTTV.COM – Ketegangan geopolitik dan ekskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas rupanya menjadi perhatian serius jajaran kepolisian di daerah. Sebagai langkah preventif menghadapi ancaman krisis pangan dunia, Polres Trenggalek kembali memperkuat sektor pertanian lokal melalui program ketahanan pangan mandiri.
Bertempat di lahan produktif tepat di depan Mapolres Trenggalek, Sabtu (7/3/2026), Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, memimpin langsung penanaman bibit jagung serentak kwartal I tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan selaras dengan instruksi Kapolri yang dipantau secara virtual dari pusat.
Strategi Swasembada di Tengah Konflik Global
Kapolres Ridwan Maliki menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program rutin, melainkan langkah strategis. Ketidakpastian kondisi global mengharuskan setiap daerah memiliki kemandirian pangan yang kuat.
”Peta geopolitik dunia sedang tidak menentu. Konflik di Timur Tengah bisa berimbas pada ketersediaan pangan global. Oleh sebab itu, swasembada pangan adalah langkah nyata kita untuk menghadapi tantangan masa depan,” tegas AKBP Ridwan Maliki.
Optimalisasi Lahan: Dari Jagung Hingga Peternakan
Memasuki tahun kedua program ini, Polres Trenggalek mengelola lahan seluas 1,5 hektar. Dengan masa tanam sekitar 3 hingga 4 bulan, lahan ini diproyeksikan mampu menghasilkan 5 hingga 7 ton jagung berkualitas tinggi.
Tak hanya jagung, kawasan ini dirancang menjadi ekosistem pangan terintegrasi yang meliputi Hortikultura yaitu Penanaman buah pepaya dan alpukat, Peternakan dengan Pengelolaan ayam ternak serta Perikanan dengan Pemanfaatan sisa lahan untuk kolam ikan.
Kolaborasi dengan Kelompok Tani
Guna memastikan hasil yang maksimal, pihak kepolisian tidak bekerja sendiri. Polres Trenggalek menggandeng kelompok tani lokal, penyuluh pertanian, hingga stakeholder terkait untuk mengawal proses pemupukan serta pencegahan hama.
”Jagung memiliki peran ganda, baik sebagai bahan pangan alternatif maupun bahan dasar pakan ternak. Kami berharap hasil panen nanti bisa dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Trenggalek,” pungkasnya.
Dengan adanya lumbung pangan di jantung kota ini, Polres Trenggalek membuktikan bahwa institusi Polri turut ambil bagian dalam menjaga stabilitas nasional, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi kedaulatan pangan.












