Mahasiswa Tulungagung “Gerebek” PDIP tolak Pilkada Lewat DPRD/ Istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Gejolak penolakan terhadap wacana pengembalian Pilkada ke tangan DPRD pecah di Tulungagung. Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Sayyid Ali Rahmatullah mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan untuk menagih janji setia partai terhadap demokrasi langsung, Jumat (23/1/2026).
Kedatangan para mahasiswa ini membawa misi besar: memastikan suara rakyat tidak dibungkam oleh kesepakatan elite di parlemen.
Mahasiswa: Jangan Jadikan Anggaran Alasan Penindasan
Ketua Dema UIN SATU Tulungagung, Muhammad Isanuddin, dalam orasinya menegaskan bahwa Pilkada tidak langsung adalah kemunduran besar bagi sejarah bangsa. Ia menepis tajam argumen “efisiensi anggaran” yang sering dilemparkan pihak pro-DPRD.
”Kami menolak secara tegas! Ada upaya penindasan yang ingin mengungkung suara rakyat. Pilkada harus tetap langsung agar rakyat punya hak penuh menentukan pemimpinnya. Jika regulasi ini dipaksakan, kami siap seret ke Mahkamah Konstitusi!” ujar Isanuddin dengan lantang.
Komitmen Banteng: “Pilkada Langsung Dibayar Darah dan Nyawa”
Merespons tuntutan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan bahwa partainya tetap di jalur pro-rakyat. Menurutnya, Pilkada langsung adalah buah manis reformasi yang tak boleh dikhianati.
Berikut adalah poin-poin krusial komitmen PDIP Tulungagung:
-Tolak Mandat Elite: Jika dipilih DPRD, Kepala Daerah hanya akan bertanggung jawab kepada segelintir elite partai, bukan kepada rakyat.
-Bantah Mahar Politik: Erma mengklaim di internal PDIP tidak ada pungutan mahar. Tingginya biaya politik disebutnya sebagai masalah sistem pengawasan, bukan kesalahan sistem pemilihan langsung.
-Garda Terdepan: PDIP berjanji akan menjadi tameng pertama jika hak konstitusional masyarakat dirampas melalui revisi mekanisme pemilihan.
”Kami berdiri bersama mayoritas rakyat. Jika rakyat menolak, maka PDI Perjuangan akan menjadi garda terdepan untuk menjaga amanat tersebut,” pungkas Erma di hadapan para mahasiswa.












