Nyawa Bocah 8 Tahun Terselamatkan warga Usai Hanyut di Sungai Lodagung Tulungagung/ Ist
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Ketegangan menyelimuti Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung pada Kamis (05/02/2026) sore. Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun bernama Nikaila Alkadira nyaris meregang nyawa setelah terpeleset dan hanyut terbawa derasnya arus sungai saluran Lodagung.
Beruntung, maut berhasil ditangkis berkat aksi heroik seorang warga yang dengan sigap menerjang arus demi menyelamatkan sang bocah.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Bola Kesayangan
Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban sedang asyik bermain bola seorang diri di belakang rumahnya yang berbatasan langsung dengan tangkis sungai. Petaka muncul ketika bola milik korban jatuh ke sungai dan hanyut.
Berusaha mendapatkan kembali bolanya, korban mencoba mencegat di tepi tangkis sungai. Namun naas, kondisi tepian sungai yang licin membuat kaki kecilnya kehilangan pijakan. Korban pun terjatuh dan langsung ditelan arus sungai Lodagung yang saat itu berkedalaman sekitar 1 meter.
Penyelamatan Dramatis di Detik-Detik Kritis
Beruntung, aksi terjatuhnya korban diketahui oleh Ekky Kukuh Kurniadi, seorang warga yang sedang berada di warung sekitar lokasi. Tanpa membuang waktu, saksi langsung melompat ke dalam sungai dan berenang meraih tubuh korban yang mulai terbawa arus.
Dalam suasana tegang, tubuh Nikaila berhasil diraih dan diangkat ke atas tangkis sungai. Meski sempat syok, bocah malang tersebut dinyatakan selamat dan langsung diserahkan kepada orang tuanya.
Apresiasi Kapolsek Ngunut
Kapolres Tulungagung melalui Kapolsek Ngunut, KOMPOL Tri Nuartiko, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian warga yang mencegah terjadinya tragedi di wilayah hukumnya.
”Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keberanian warga yang sigap menolong korban. Ini adalah contoh nyata kepedulian sesama yang luar biasa,” ujar KOMPOL Tri Nuartiko.
Namun, Kapolsek juga memberikan peringatan keras kepada seluruh orang tua di Kabupaten Tulungagung, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak lengah dalam mengawasi anak-anak.
”Kami imbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di dekat aliran sungai, apalagi saat kondisi cuaca sedang ekstrem,” tegasnya.












