Pemberangkatan Jenasah dari kediaman Alm. Mashuri di Desa Plosokandang ( Heru ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Warga Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, dan komunitas pers lokal sedang diselimuti duka mendalam. Mashuri, seorang warga setempat yang juga dikenal sebagai wartawan dengan gaya penulisan dan kritik yang khas, dikabarkan telah berpulang ke Rahmatulla, Jumat (9/1)].
Kabar duka ini sontak mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan dekat dan para sahabat yang mengenal sosoknya. Mashuri meninggalkan jejak tak terlupakan sebagai pribadi yang sangat humoris dan selalu berhasil mencairkan suasana di berbagai kesempatan.
Kritik Pedas dalam Balutan Tawa
Di mata rekan-rekan sejawat dan kerabat, Mashuri adalah perwujudan kritik yang disampaikan dengan kecerdasan dan tawa.
”Mashuri itu unik. Dia bisa menyampaikan kritik yang paling tajam sekalipun tentang kebijakan atau fenomena sosial, tapi selalu dibungkus dengan guyonan yang membuat kita semua tertawa. Jadi, pesannya sampai, tapi tidak ada yang merasa tersinggung,” ujar Ahmad Soim ,sahabat dekat almarhum
Karakter humoris dan kritisnya ini juga sangat kentara di berbagai grup perpesanan, khususnya grup WhatsApp. Almarhum dikenal aktif dan seringkali menjadi sumber jokes atau tanggapan satir yang cerdas. Postingan-postingan humorisnya sering menjadi penyejuk sekaligus pemicu diskusi yang hidup di kalangan rekan-rekan pers dan komunitas.
Mashuri, yang berdomisili di Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, selama ini mendedikasikan dirinya di dunia jurnalistik dengan kekhasan gaya yang sulit ditiru. Kepergiannya meninggalkan lubang besar, bukan hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga di kancah media Tulungagung yang kehilangan salah satu pewarta yang paling menghibur.
Semoga almarhum Mashuri mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.












