Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Pelajar SMP di Tulungagung Patah Tangan Tertabrak Truk Saat Menyeberang

67
×

Pelajar SMP di Tulungagung Patah Tangan Tertabrak Truk Saat Menyeberang

Sebarkan artikel ini

Seorang pelajar SMP, DAS (12), mengalami luka serius dengan patah tulang tangan setelah terserempet dan sempat masuk ke kolong truk/ istimewan

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Insiden tragis terjadi di Jalan Raya Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang pelajar SMP, DAS (12), mengalami luka serius dengan patah tulang tangan setelah terserempet dan sempat masuk ke kolong truk.

​Korban yang merupakan warga Desa Jarakan tengah menyeberang jalan menggunakan sepeda pancal dari timur ke barat. Nahas, di saat bersamaan, melaju truk bernomor polisi AG 8652 YL yang dikemudikan oleh Mustakim (46), warga Mojokerto, dari arah selatan ke utara.

​Sopir Diduga Kurang Prioritaskan Pesepeda

​Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, kecelakaan ini dipicu oleh kurangnya kehati-hatian pengemudi truk. “Diduga pengemudi truk kurang berhati-hati dan tidak mengutamakan prioritas terhadap pesepeda yang sedang menyeberang, sehingga terjadi benturan,” jelas AKP Taufik Nabila.

​Benturan keras membuat Devita terjatuh dan mengalami patah tulang pada bagian tangan. Korban sempat terseret sebelum dievakuasi oleh warga dan petugas, kemudian langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

​Barang Bukti Diamankan, Sopir Dimintai Keterangan

​Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan truk serta sepeda pancal sebagai barang bukti. Pengemudi truk, Mustakim, juga dimintai keterangan bersama sejumlah saksi untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini kini ditangani oleh Satlantas Polres Tulungagung.

Imbauan Prioritaskan Pengguna Jalan Rentan

​Menanggapi insiden ini, AKP Taufik Nabila kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan besar, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya di area permukiman.

​”Kami mengimbau agar pengemudi kendaraan bermotor selalu memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang lebih rentan, seperti pejalan kaki dan pesepeda. Kurangi kecepatan saat melintas di area pemukiman,” tegasnya.

Pihak kepolisian menekankan pentingnya budaya tertib berlalu lintas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang merenggut korban, khususnya dari kalangan usia sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *