Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Pemkab Trenggalek Usulkan Jembatan Darurat Tipe Bailey untuk Menggantikan Jembatan yang Putus

178
×

Pemkab Trenggalek Usulkan Jembatan Darurat Tipe Bailey untuk Menggantikan Jembatan yang Putus

Sebarkan artikel ini

TRENGGGALEK, AJTTV COM – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengusulkan pemasangan jembatan darurat tipe Bailey kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanganan sementara menggantikan jembatan lama yang putus di jalur Kecamatan Munjungan-Watulimo akibat diterjang banjir bandang pada Rabu (4/6) malam.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyatakan bahwa putusnya Jembatan Dung Buceng di Desa Bangun berdampak besar terhadap mobilitas dan distribusi sampah dari Munjungan ke Watulimo. “Kami sedang mengidentifikasi kerusakan dan opsi penanganan tercepat. Salah satunya mengusulkan pemasangan jembatan Bailey ke Pemprov Jatim agar akses bisa segera pulih,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut,Sabtu (7/6/2025).

Jembatan yang ambruk itu menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat dan distribusi sampah lintas kecamatan. Jalur alternatif memang tersedia, namun hanya bisa dilewati kendaraan roda empat ke bawah. Sementara truk sampah roda enam tidak dapat melintas.

Mas Ipin menambahkan bahwa Pemkab Trenggalek akan menyesuaikan anggaran dan memprioritaskan pemulihan infrastruktur akibat bencana. “Nanti kami juga akan menyesuaikan anggaran, dan memprioritaskan untuk pemulihan infrastruktur akibat bencana,” ujarnya.

Kepala Desa Bangun, Puguh, menjelaskan bahwa peristiwa putusnya jembatan terjadi pada Rabu (4/6) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Tiang penyangga bagian tengah roboh lebih dulu, disusul runtuhnya badan jembatan. “Ini murni karena arus sungai sangat deras. Dua tahun lalu sempat ada perbaikan dan pemasangan bronjong dari PUPR Jatim, tetapi saat ini tidak mampu menahan air,” ujar Puguh.

Puguh menambahkan bahwa jalur alternatif melalui Desa Bendoroto ke arah Puthuk-Bangun bisa digunakan sementara, namun terbatas untuk kendaraan ringan. “Kalau tidak segera ditangani, sampah dari Kecamatan Munjungan bisa menumpuk karena akses pengangkutnya lumpuh total,” katanya.

 

Reporter :@Ayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *